Rabu, 24 Desember 2014

(Puisi) - Another Road


 


Another Road diambil dari Sottosopra






Semua jalan menuju Roma,
sekalipun jalan sempit






Jaga Blengko, 24-12-14
Jack Phenomenon



Puisi Pola 2, 7 ala Lifespirit



Catatan :

Istilah frasa kata "Semua jalan menuju Roma" adalah merujuk kepada kuasa dunia ke lima yaitu Imperium Roma yang terbentang luas mulai dari seluruh Eropa dan sebagian besar Inggris, Asia kecil sampai ke benua Afrika. Begitu jayanya imperium Roma yang dasyat dan modern pada waktu itu, sehingga seluruh jalan-jalan di negara jajahannya adalah jalan-jalan yang dibangun tentara Romawi yang menuju ke pusat ibu kota imperium itu yaitu kota Roma.

Sama halnya dengan masa kini, daya tarik ibu kota atau pusat pemerintahan adalah kumpulan orang-orang yang sukses, tidaklah mengherankan sampai jalan yang sempit juga dibangun ke arah kesuksesan duniawi.

Berbeda sekali jika Anda tanya Nabi Isa Almasih (Yesus Kristus), dia selalu menekankan untuk menempuh jalan yang sebaliknya menuju kesuksesan rohani sebagai suatu cita-cita yang tertinggi, bahkan jalan itu sulit ditempuh.

Ada dua jalan yang bercabang jika Anda menempuh (The road Not Taken, Robert Frost) jalan lurus dan mana yang Anda pilih jika sampai di persimpangan itu, yang satu ke kiri dan yang lain ke kanan ?

(Serba-Serbi) - Mencontoh Pohon untuk Tambah Kuat





Mengapa pohon bisa kokoh menghadapi badai? Padahal bobot yang harus ditopang pohon juga sangat besar. Peneliti dari Institut Teknologi Karlsruhe mengungkap rahasianya. 


 



Di ruang penyimpanannya, Profesor Claus Mattheck bisa menceritakan sejarah hidup setiap potongan kayu. Ia bahkan memberikan nama kepada beberapa akar dan batang pohon. Sejak tiga dasawarsa lalu, pakar fisika dari Institut Teknologi Karlsruhe (KIT) itu meneliti mengapa tiap pohon punya bentuk tersendiri. Juga bagaimana cara pohon memikul bebannya dan kokoh menghadapi badai. Rahasianya: pohon tampaknya tahu, bagaimana mereka harus tumbuh.

Ia menjelaskan, "Pohon bisa menyadari di mana ada tegangan besar. Jadi pohon pasti punya sensor mekanik. Kalau tidak, itu tidak mungkin terjadi. Pada lokasi yang ada tegangan, pohon menambah ketebalan cincin tahunan. Itu dilakukan sampai tegangan kembali sama rata di seluruh pohon."

Meneliti batang pohon yang tumbuh di atas tanah mencuatkan ide bagi Claus Mattheck. Cara pohon mengoptimalkan bagian ini bisa dianalisa secara geometris. Begini caranya: pada permukaan tanah di mana pohon tumbuh terbentuk sudut tajam. Jadi pada prinsipnya, di situ terletak titik patah. Selama ini, insinyur membentuk lekukan setengah lingkaran bagi patahan tersebut. Tapi dengan cara itu tetap ada tegangan.

Sehingga pohon melakukan trik. Pohon menjembatani seperempat lingkaran tersebut dengan segitiga simetris. Kemudian ini dijembatani lagi, dan diulang lagi. Kemudian dari sudut-sudut yang terbentuk ditarik lengkungan. Akhirnya terbentuk tarikan beberapa segi tiga.
 
Bentuk yang bisa ditemukan di mana-mana

Ini bentuk universal di alam.Karena bentuk ini bisa ditemukan di mana-mana. Baik pada pohon, tulang atau bahkan pada bagian alam yang tidak hidup misalnya di kaki gunung cadas. Bahkan gunung cadas "Sugarloaf" di Brasil juga terbentuk dengan prinsip ini.

Yang mengejutkan bagi peneliti: bahkan kalung mengambil bentuk tarikan beberapa segi tiga. Itu bisa dilihat jika bagian atasnya ditarik. Bentuk ini bisa ditemukan di mana-mana. 

Optimalisasi bentuk dengan mencontoh pohon selama ini diperhitungkan dengan memakai komputer. Claus Mattheck menempatkan prinsip tarikan beberapa segi tiga dalam rumus universal. Dengan cara itu, bagian bangunan bisa ditempatkan dalam bentuk optimal tanpa perhitungan rumit. Itu menghemat waktu dan uang.

Sudah digunakan di berbagai hal

Sekrup untuk kebutuhan medis, suku cadang mobil, mesin, juga berbagai peralatan juga telah diperbaiki para ahli mesin dengan metode baru ini. Contohnya benda yang selalu patah pada lokasi sama. Setelah diperbaiki, benda ini tahan 40 kali lebih lama dari sebelumnya. Perubahan kecil pada bentuk dampaknya bisa besar.

Mattchek menjelaskan, "Dulu orang harus menghitung tiap takik yang akan dibuat. Sekarang orang bisa bilang: sebanyak ini tempat untuk membuat takik. Dan dengan maus dalam sistem CAD orang bisa mengoptimalkan bentuk takik. Antara jari telunjuk dan jempol juga bisa dilihat bentuk tarikan beberapa segitiga."

Sejauh ini Claus Mattchek sudah meneliti puluhan ribu pohon di seluruh dunia. Satu hal ia ketahui dengan pasti, ia belum mengungkap semua rahasia alam.




_____________________

Sumber : http://www.dw.de/mencontoh-pohon-untuk-tambah-kuat/a-17927618

(Jual Buku/Info Buku) - Cinta Tak Pernah Mati Karya Kahlil Gibran






















Judul: Cinta Tak Pernah Mati
Penulis: Kahlil Gibran

Penerbit: Diwan
Tebal: 106 hlm
Kondisi: Baru segel (stok lama)

Harga Rp 40.000,- (belum ongkir)
Order SMS: 08161458020


Ketika mereka sampai di ujung lembah, matahari pun muncul, menebarkan pakaian keemasan di atas lembah-lembah dan perbukitan, dan mereka duduk di samping sebuah batu tempat bunga violet bersembunyi. Gadis itu menatap ke dalam sepanjang matanya yang hitam sementara angin membelai rambutnya, seolah-olah rambutnya yang kemilau itu adalah ujung-ujung jari yang mendambakan kecupan. Ia merasa seolah-olah suatu keajaiban dan kelembutan yang kuat menyentuh bibirnya di luar kehendaknya. Ia memejamkan matanya, seolah-olah suaranya yang merdu membawa kilasan mimpi-mimpi yang pernah dilihatnya dan ia merasakan sepasang sayap yang tak kelihatan membawanya dari tempat itu….




____________________

Sumber : Dari Toko Cinta Buku Untuk Info For Us

Selasa, 23 Desember 2014

(Jual Buku/Info Buku) - Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Soeharto Karya John Roosa

























Judul: Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Soeharto
Penulis: John Roosa
Penerbit: Hasta Mitra, 2008
Tebal: 416 halaman
Kondisi: Stok lama (bagus)
Harga: Rp. 125.000 (belum ongkir)




Buku ini memang pernah dilarang terbit oleh Kejaksaan Agung pada tahun 2009, karena dianggap dapat mengganggu kepentingan umum, namun saat ini buku tersebut sudah boleh beredar karena adanya putusan Mahkamah Konstitusi yang telah membatalkan Undang-undang Nomor 4/PNPS/1963 yang memberikan kewenangan Kejaksaan Agung untuk melarang peredaran buku. Menurut Mahkamah Konstitusi, UU tersebut bertentangan dengan konstitusi karena pelarangan buku harus melalui proses peradilan.

Buku ini merupakan catatan paling detil dan dengan penelitian terbaik tentang kejadian-kejadian 1965 yang pernah ditulis. Siapa pun yang berniat memahami kejadian-kejadian yang masih menebar mendung di atas bumi Indonesia dan sedikit dipahami oleh sebagian besar masyarakat Indonesia akan memperoleh manfaat sangat besar dengan membaca buku ini.

Bab pertama dan kedua menjadi penting, tidak boleh dilewatkan. Bila melihat strukturnya kita akan sadar bahwa penulis memang bermaksud menyampaikan pendapatnya seakademis mungkin. Dua bab awal itu lah kuncinya. Saya mengandaikan sebuah bab pendahuluan dan tinjauan teoritis yang sering kita temui dalam makalah akhir sarjana.

Roosa beranggapan, sejauh bukti akademis yang dapat dijadikan pijakan, peristiwa dinihari tanggal 1 Oktober 1965 hanya layak disebut dengan G30S. Embel-embel "PKI" dibelakangnya masih layak diperdebatkan. Itu pendapatnya, sekaligus kesadarannya ia melawan arus resmi yang dimiliki pemerintah Indonesia. Kesadaran yang diiringi ketakutan bukunya dibredel karena ke-nyeleneh-annya itu.

Salah satu peryataannya yang diajukan pada bab 1 adalah apakah itu G30S dan mengapa ia menjadi sebuah momen penting yang sesudahnya menimbulkan pembunuhan massal. Peristiwa yang kontroversial sekaligus menarik untuk dianalisa. Roosa bertanya, mengapa peristiwa dinihari itu, yang memakan korban belasan jiwa, berbuntut pada ribuan kematian kelompok orang yang dinilai memiliki afiliasi dan keterkaitan dengan PKI. Roosa menolak pendapat sarjana lainnya (Geertz salah satunya. Kalau tidak salah Geerzt juga sedang menulis buku ini) yang menilai itu adalah bagian dari budaya amuk dari bangsa Indonesia. Ia memaparkan buktinya, dan menegaskan konflik tersebut tidak murni konflik horizontal yang didorong oleh budaya amuk, tetapi juga dikarenakan adanya keterlibatan unsur negara (tentara). Meski saya pribadi menimbang ia juga kurang berimbang menggambarkan ketegangan yang terjadi di tingkat masyarakat, sehingga ia tidak sepenuhnya membantah kemungkinan peristiwa itu bisa disebut sebagai konflik horizontal, saya tetap memandang perlu untuk memperhatikan pendapat Roosa mengenai hal itu. Bab pertama menjadi sebuah nyawa, apa dan kenapa, serta dengan apa buku ini ditulis sebagai sebuah pendapat baru.

Bab kedua. Bab ini tinjauan teoritis. Ia mengemukakan sejumlah "teori" atau skenario peristiwa G30S. Mulai dari tuduhan dalang kepada beberapa orang berbeda hingga ia mengajukan pendapatnya sendiri. Di sini Roosa menemukan research gap untuk sebuah pendapat/thesis baru. Pendapatnya cenderung pada G30S adalah sebuah kudeta yang gagal. Dugaan ini merupakan pijakan yang didasarkan pada dua sumber sejarah yang disebutnya sebagai Dokumen Soepardjo dan Wawancara dengan "Hasan" (narasumber anonim).

Penulis sedemikian hati-hati untuk memilah bukti dan interpretasi. Bermain di antara bukti dan interpretasi lama yang telah dianggap diterima dengan menyodorkan bukti barunya. Dia tidak sepenuhnya menolak cerita umum yang didengar, namun interpretasi bisa menjadi suatu yang menggelitik. Toh seperti yang diajukannya, ia menganggap peristiwa G30S adalah sebuah pretext untuk peristiwa berdarah

Ilmu sejarah itu seperti detektif juga adanya. Di buku ini, John Roosa juga menguraikan analisa rentetan peristiwa yang di mata saya mirip dengan teknik causal mechanism yang bisa didapat dari uraian Bennet dan Goerge.





____________________

Sumber : Dari Info For Us Di ambil dari Toko Cinta Buku

(Jual Buku/Info Buku) - Kaum Miskin Kota Karya George Orwell























Judul: Kaum Miskin Kota
Penulis: George Orwell
Penerbit: Titah Surga, 2014
Tebal: 258 halaman
Kondisi: Baru (bagus)
Harga: Rp. 65.000 (blm ongkir)
Order: SMS/08161458020


Karya berjudul asli Down and Out in Paris and London ini adalah buku pertama penulis Inggris George Orwell yang diterbitkan pada tahun 1933. Ini adalah sebuah memoar dalam dua bagian dengan tema kemiskinan di dua kota besar Eropa. Sebuah karya fiksi yang tidak biasa ini -sebagian adalah otobiografi yang dengan bagus- menceritakan tanpa mengasihani diri sendiri dan seringkali dengan humor petualangan seorang penulis melarat yang sengsara selama tinggal di ibukota Perancis dan Inggris.

Episode Paris dengan menarik melukiskan detail nyata dari kengerian yang terjadi di belakang layar dalam dapur restoran Perancis mewah, di mana penulis bekerja sebagai pencuci piring dan tukang sampah rumah makan itu. Di London, sambil menunggu mendapatkan pekerjaan, ia mengalami dunia gelandangan, orang-orang jalanan, dan rumah-rumah singgah gratis. Dari kisah kedua kota ini, kita belajar beberapa prinsip Orwellian yang bijaksana tentang kemiskinan dan masyarakat.

Buku Orwell ini banyak dipuji para kritikus karena mampu menyuguhkan gambaran dunia kaum miskin di kota Paris dan London secara meyakinkan. Nilai kehidupan dari cerita di buku ini barangkali adalah bahwa kemiskinan tidak selalu berarti kiamat. Selalu ada jalan berkelit dari situasi sulit. Bahkan ada humor, ada keceriaan, dan kehangatan dalam keterpurukan dunia para gelandangan di dua kota besar tersebut.




____________________

Sumber : Dari Info For Us Diambil dari Toko inta Buku