Tampilkan postingan dengan label Cerita Penjuru Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Penjuru Dunia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Juni 2015

(Cerita Penjuru Dunia) - Misteri Lenyapnya Mayor Muller, Utusan Belanda di Kalimantan



Suku Dayak dalam pakaian perangnya, 1864. Foto: The Illustrated London News/commons.wikimedia.org. Suku Dayak dalam pakaian perangnya, 1864.
Foto: The Illustrated London News/commons.wikimedia.org.



Setelah meneken perjanjian dengan Kesultanan Kutai Kertanegara, utusan pemerintah Belanda lenyap di Kalimantan. Diabadikan menjadi nama gunung.


 Oleh: RAHADIAN RUNDJAN




DI perbatasan antara Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur terdapat Pegunungan Muller. Keanekaragaman hayatinya penting untuk menjaga kelestarian tiga sungai terbesar di Kalimantan: Kapuas, Barito, dan Mahakam. Penjelajah Belanda, Anton Willem Niewenhuis adalah orang yang pertama kali menamai pegunungan itu dengan nama Muller pada 1894.
Siapakah Muller? Georg Muller lahir di Mainz, sekarang wilayah Jerman, pada 1790. Karir militernya dimulai di pasukan Austria pada 1807. Muller menjadi perwira zeni pasukan Napoleon Bonaparte ketika Prancis menyerbu Rusia. Ketika Napoleon kalah, dia pergi ke Hindia Belanda pada 1817 untuk bergabung dengan Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL).

Dia terlibat dalam penyerangan Belanda ke Kesultanan Sambas pada 1818, bahkan diangkat sebagai acting residen di sana. Sempat bekerja sebagai petugas inspeksi pala di Banda Neira, Maluku, pada 1820. Dua tahun kemudian dia kembali ke Kalimantan Barat sebelum terpilih untuk mewakili Belanda ke Kesultanan Kutai Kertanegara.

Dengan ambisi untuk mengontrol arus perdagangan di sepanjang sungai Mahakam, Belanda bermaksud meneken kontrak politik dengan sultan Kutai, Salahuddin. Belanda mengutus Muller beserta 20 prajurit Jawa, ke Kutai pada 8 Agustus 1825.

“Ditetapkan bahwa perjanjian perdamaian mengharuskan Belanda untuk memberi perlindungan kepada Kutai dan menyediakan upah tahunan sebesar 8000 gulden untuk kesultanan sebagai syarat persetujuan,” tulis Burhan Djabier Magenda dalam East Kalimantan: The Decline of a Commercial Aristocracy.

Setelah meneken perjanjian dengan Salahuddin, Muller berambisi menelusuri pedalaman Kalimantan –dari Kutai di timur menuju Sambas atau Pontianak di barat– untuk mengeksplorasi alam Kalimantan yang disebut para penjelajah Belanda sebagai terra incognita atau “wilayah tak diketahui.”

“Meski sultan enggan mengizinkan Muller masuk lebih jauh ke dalam wilayah kekuasaannya, dia tetap pergi ke Mahakam dengan pasukan Jawanya. Hanya satu dari rombongan itu yang berhasil dengan selamat di pantai Barat,” tulis Bernard Sellato dalam Innermost Borneo: Studies in Dayak Cultures.

Muller dan pasukannya diyakini dibunuh oleh suku Dayak di hulu Kapuas. Hal ini kemudian dibenarkan oleh John Dalton, petualang Inggris yang mengunjungi tempat kejadian perkara tiga tahun kemudian dan menemukan benda-benda peninggalan Muller dan timnya, seperti tertera dalam artikel seabad peringatan hilangnya Muller (20 Januari 1826-20 Januari 1926) oleh De Indische Courant.

Kesimpulan itu diragukan dan ada kecurigaan keterlibatan sultan, seperti diungkap artikel “Massacre of Major Mullen and His Party,” Singapore Chronicle, Mei 1831, termuat dalam Notices of the Indian Archipelago and Adjacent Countries suntingan J.H. Moor.

Artikel itu menyebutkan bahwa ternyata Muller meneken perjanjian bukan dengan sultan, melainkan syahbandar bernama Saib Abdullah. Saib mengaku bernegosiasi di bawah ancaman Muller; atau justru Muller yang ditipu oleh sang syahbandar. Skenario manapun membuat sultan tidak senang karena harus menyerahkan kekuasaannya kepada Belanda, dan satu-satunya cara membatalkan perjanjian itu dengan cara melenyapkan Muller.

“Akan tetapi ada beberapa orang yang mau memberikan informasi sesungguhnya apabila mereka dijamin keselamatannya. Salah satunya budak sultan, seorang Jawa, bernama Seredin, yang menyebut sang syahbandar sebagai otak dibalik peristiwa tersebut,” tulis artikel tersebut.

Entah mana yang benar, faktanya Muller dan timnya lenyap, dan tak ada konfirmasi resmi soal siapa yang bertanggungjawab. Setidaknya sampai 1950-an, orang-orang Belanda masih terus menggali kebenaran misteri lenyapnya Muller.*




_____________________

Sumber : http://historia.id/kuno/misteri-lenyapnya-mayor-muller-utusan-belanda-di-kalimantan

Minggu, 12 April 2015

(Cerita Penjuru Dunia) - Raja Mati Karena Tuak



Raja Singhasari diserang dan mati di tempat minum tuak. Ditafsirkan dia sedang melakukan ritus agama yang dianutnya.

Oleh: Yudi Anugrah Nugroho



Penjual tuak di Hindia Belanda, sekira 1930.
Foto: KITLV.



TUAK tidak hanya minuman bagi beragam kalangan dalam upacara penetapan sima, prosesi sumpah dan kutukan, dan hiburan. Ia juga salah satu jenis minuman yang disuguhkan kepada raja. Bahkan, raja Singhasari, Kretanegara, mati ketika dia minum tuak.

Kitab Pararaton, gubahan tahun 1478 dan 1486 tanpa disebutkan penggubahnya serta disalin pada 1613, menggambarkan akhir hidup Kretanagara yang diserang Jayakatwang, raja Gelang-Gelang, bawahan kerajaan Kediri. Dia kemenakan raja Kediri, Seminingrat, jadi saudara sepupu Kretanegara. Baru setelah mengalahkan Kretanegara, dia menduduki ibukota Daha dan memerintah Singhasari sebagai negara bawahan.

Kitab Pararaton menyebut, Jayakatwang menyerang Kretanegara (pada 1291) saat “Sira Bathara Siwa Budhha pijer anadhah sajeng atau Batara Siwabuda (Kretanagara masih meminum minuman keras).” Pada bagian selanjutnya disebutkan bahwa kematian Kretanagara di tempat minum tuak (Sambi atutur kamoktanira bhathara sang lumah ring panadhahan sajeng).

Menurut Ery Soedewo, arkeolog Balai Arkeologi Medan, peristiwa kematian Kretanagara dalam kondisi mabuk bersama para brahmana sebagaimana tersua dalam Pararaton dan prasasti Gajah Mada, sebenarnya adalah gambaran praktik ritus Budha Tantrayana yang dianut oleh Kretanagara.

“Jadi bukan kegemaran Kretanagara terhadap minuman keras khususnya tuak (sajeng),” tulis Ery Soedewo, “Produk Local Genius Nusantara Bernama Tuak,” dalam Jejak Pangan dalam Arkeologi.

Budha Tantrayana yang dianut oleh Kretanagara tujuan akhirnya adalah sunyaparamananda, yaitu tingkatan hidup sebagai Adibuddha yang abadi, yang mengecap kebahagian tertinggi (paramananda), yang hakikatnya ialah kasunyatan (sunya).

Untuk mencapai itu, menurut Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugraho Notosusanto dalam Sejarah Nasional Indonesia II, “salah satunya dengan meminum minuman keras (madya), orang yang melaksanakannya akan dapat mencapai tingkatan sunyaparamananda semasa dia hidup dengan ditahbiskan sebagai jina.”




___________________

http://www.historia.id/kuliner/raja-mati-karena-tuak

Senin, 23 Februari 2015

(Cerita Penjuru Dunia) - 10 Prajurit Terkuat Sepanjang Sejarah



Sejarah adalah kejadia yang terjadi pada masa lampau yang disusun berdasarkan peninggalan-peninggalan berbagai peristiwa. Sejarah merupakan salah satu hal yang sangat menarik untuk dipelajari. Seperti yang kita tahu, dalam sejarah itu terdapat banyak sekali orang-orang yang hebat. Siapa sajakah mereka? Berikut daftar 10 Prajurit Terkuat Sepanjang Sejarah yang saya buat berdasarkan daftar yang ada di dalam buku Badass yang ditulis oleh Ben Thompson.

1.Bhanbhagta Gurung (September 1921 - 1 Maret 2008)
Bhanbhagta Gurung adalah seorang prajurit tentara yang berasal dari Nepal. Dia mendapatkan sebuah penghargaan bernama Victoria Cross dari kerajaan Inggris atas tindakannya yang dia lakukan pada suatu hari dalam masa Perang Dunia II. Pada masa itu, dia pernah membunuh puluhan tentara Jepang dengan waktu yang singkat.

2. Jack Churchill (16 September 1906 - 8 Maret 1996)

Jack Churchill atau Mad Jack adalah seorang tentara Inggris yang ikut berperang dalam masa Perang Dunia II. Selama mengikuti perang tersebut, dia hanya bersenjatakan busur panag dan sebilah pedang. Dia adalah satu-satunya tentara yang dapat membunuh musuh hanya dengan panah di Perang Dunia II. Saat sedang memimpin pasukan, dia selalu membangkitkan semangan anak buahnya menggunakan sebuah klarinet karena Jack sendiri adalah orang yang ahli memainkan klarinet dan selalu membawa klarinetnya ke medan pertempuran. Dia sangat marah ketika Perang Dunia II berakhir dan sempat berujar, "Bila bukan karena Amerika sialan! Kita masih akan bisa berperang 10 tahun lagi.


3. Agustina of Aragon (4 Maret 1786 - 29 Mei 1857)
Agustina de Aragón adalah seorang pahlawan Spanyol yang membela Spanyol selama Perang Kemerdekaan Spanyol. Awalnya dia hanyalah seorang warga sipil biasa dan kemudian diangkat menjadi seorang petugas profesional di Angkatan Darat Spanyol. Pada suatu hari dia pernah berperang sendirian melawan tentara Prancis hanya dengan menggunakan sebuah meriam. Namun meskipun begitu dia akhirnya ditangkap oleh tentara Prancis. Tapi hebatnya, beberapa waktu kemudian dia dapat melarikan diri dan kembali berperang dengan mereka.

4. Miyamoto Musashi (1584 - 1645 M)

Miyamoto Musashi adalah seorang Kensei yang berarti seseorang ahli pedang yang suci. Di Jepang, kata ini digunakan untuk merujuk kepada seseorang yang begitu tangguh dan ahli dalam memainkan pedangnya. Sepanjang hidupnya, Miyamoto Musashi pernah berduel sebanyak lebih dari 60 kali melawan ahli pedang lainnya. Dan dari kesemua duel itu, dia adalah pemenangnya. Duel yang paling terkenal adalah ketika dia melawan Sasaki Kojiro yang menggunakan dua pedang. Hebatnya, Miyamoto dapat mengalahkannya hanya dengan menggunakan sebuah pedang kayu.

5.Tomoe Gozen (1157 - 1247 M)

Mungkin hanya dua kata yang dapat menggambarkan seorang wanita ini, LUAR BIASA. Dia adalah seorang selir cantik dan sangat tangguh. Dia adalah seorang pemanah dan ahli pedang hebat yang konon kekuatannya sama dengan 1000 pasukan. Sepanjang hidupnya dia sudah banyak memenggal kepala orang hingga akhirnya dia pensiun dan menjadi seorang biarawati.

6. Harald Hardrada (1015 - 1066 M)


Harald Hardrada adalah seorang anak bungsu dari dari Raja Santo Olaf II. Setelah dewasa, dia memutuskan untuk bergabung dengan tentara bayaran yang paling ditakuti, (Vanguard Bizantium) dan mulai bekerja untuk mereka. Selama masa hidupnya Harald Hardrada melakukan pertempuran dimana dan kapan saja dia inginkan. Bahkan dia pernah menikahi seorang putri Rusia bernama Elisabeth meskipun pernikahan tersebut berjalan singkat. Tidak puas hanya dengan memerintah satu negara, ia coba untuk menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menaklukan Denmark. Harald adalah seorang raja besar Viking terakhir dari Norwegia. Dia meninggal dunia pada Pertempuran Stamford Bridge tahun 1066 sekaligus menandai akhir zaman Viking dan awal Abad Pertengahan.



7. Ulf (Abad 11 M)
Ulf adalah seorang prajurit Irlandia dan sangat membenci Viking karena telah membunuh ibunya ketika ia masih muda. Dia gemar membacok kepala musuh-musuhnya dengan kapak ketika perang besar terjadi. Pada waktu kematiannya Raja Brian berkata: "Ulf The Quarrelsome membelah perutnya, dan membawanya dan berputar-putar mengikatkan isi perutnya pada batang pohon, dan terus begitu sampai semua isi perutnya keluar, dan dia tidak mati sebelum perutnya benar-benar ksoong."

8. Charles Martel (688 - 741 M)
Charles Martel adalah seseorang yang sangat tangguh. Dia berhasil menghentikan invasi Islam di Eropa Barat. Dia juga disebut sebagai bapak pendiri abad pertengahan. Bahkan banyak yang bilang bahwa bila tidak ada dia, mungkin sekarang seluruh Eropa telah menjadi Arab.

9. The Surena (84-52 SM)

Surena adalah seorang prajurit tangguh yang sangat mematikan. Ketika Raja Hydrodes digulingkan dan diusir dari Parthia, Surena memimpin misi untuk merebut kembali Kerajaan. Dia juga mengawal Selir harem yang sangat banyak, yang membutuhkan 200 Kereta kuda untuk mengangkut mereka dan termasuk arak-arakan militernya. Ketika Crassus bodohnya memutuskan untuk mengambil alih Kekaisaran Parthia pada pertempuran Carrhae, ia dengan brutal dijatuhkan dengan salah satu kekalahan paling memalukan untuk Tentara Romawi yang pernah, oleh Surena dan anak buahnya.

10. Chandragupta Maurya (340 SM - 298 SM)

Chandragupta Maurya, lahir di Bihar, India Timur, adalah seorang yatim piatu yang telah mengubah wajah India selamanya. Dia sangat hebat bukan hanya karena dia memimpin pasukan gajah sebanyak 9.000 unit, 50 juta orang dan 36.000 tentara, tetapi da juga memiliki bodyguard pribadi sebanyak 500 prajurit yang kesemuanya perempuan Yunani dan India. Dalam rangka untuk menghancurkan kerajaan Nanda, Maurya hanya dengan pedang perunggu Dia sendirian menyerbu istana.Ia ditangkap dan dipenjara, tetapi melarikan diri - selanjutnya menyatukan wilayahnya dan dikenal sejarah sebagai Tokoh yang hebat. Akhirnya, ia melanjutkan untuk menghancurkan dinasti yang berkuasa dan menjadikannya dinasti yang paling lama berkuasa dinasti maurya.




____________________

Sumber : http://log.viva.co.id/frame/read/aHR0cDovL2d1emxpbnQuYmxvZ3Nwb3QuY29tLzIwMTUvMDIvMTAtcHJhanVyaXQtdGVya3VhdC1zZXBhbmphbmctc2VqYXJhaC5odG1s

Minggu, 22 Februari 2015

(Cerita Penjuru Dunia) - 5 Buku Paling Legendaris Di Dunia



Penyebaran mengenai sebuah ilmu pengetahuan dilakuakan melalui berbagai macam media, mulai dari batu, prasasti, gambar, ikon, lukisan dan juga buku. Sebuah ilmu pengetahuan ataupun sejarah masa lampau bisa kita temukan di sehelai kertas yang telah disusun sedemikian rupa hingga berbentuk sebuah buku.

Namun sayang sekali, buku-buku tersebut sekarang telah hilang dan musnah, bukan karena tidak sengaja, akan tetapi buku-buku tersebut disengaja untuk dibakar dan dimusnahkan dari muka bumi, hal tersebut dilakukan karena mereka takut pedaban dunia akan berubah karena isi buku tersebut, berikut ini 5 buku paling legendaris di dunia yang diprediksi dapat mengubah peradaban dunia.

5 Buku Paling Legendaris Di Dunia
 
 

1. Gospel of Eve, Penulis Anonim
 
 
Gospel of Eve
gospel of eve
 
 
Gospel of Eve adalah buku legendaris pertama di dunia, buku ini tidak diketahui pengarangnya, namun isi dari Gospel of Eve ini sangatlah memalukan, karena menceritakan bagaimana nikmatnya se*s bebas di dunia, dan juga menceritakan mengenai penelanan cairan sp**ma saat melakukan h*bungan. Karena buku ini membahas mengenai hal yang berbau s*ksual, kemudian pihak gereja memutuskan untuk membakarnya, karena disinyalir Gospel of Eve akan merubah masyarakat dunia untuk melakukan h*bungan bebas yang keji dan dosa tersebut.
 
 

2. Penciptaan Waktu, Karya Archimedes
 
 
buku penciptaan waktukarya achimides
buku penciptaan waktukarya achimides
 
 
Buku karya Archimedes ini sangat melegenda di dunia, terutama untuk bangsa Yunani, dipercaya bangsa Yunani memiliki peradaban mengenai astronomi yang sangat tinggi dikarenakan mengasumsi dari buku karya Archimedes ini, di dalam buku tersebut telah dijelaskan secara rinci mengenai bagaimana cara membuat kalkulator, jam dan bahkan konon katanya di dalam buku tersebut telah dibahas secara mendetail mengenai cara membuat sebuah mesin waktu, namun sayang sekali, buku-buku tersebut harus musnah dibakar oleh bangsa Romawi yang saat itu tidak menyukai adanya bangsa Yunani.

 
3. Buku-Buku Langka di Rumah Kebijaksanaan (Bait al-Hikma)
 
 
Bait al-Hikma
Bait al-Hikma
 
 
Sebuah perpustakaan yang sangat besar di Banghdad, menyimpan banyak sekali buku-buku langka yang telah ditulis dari berbagai macam penulis yang berasal dari berbagai macam penjuru dunia, dikatahui buku-buku tersebut mencakup 3 benua di dunia, dimana buku tersebut berisi mengenai sejarah, ilmu pengetahuan, astronomi, pengobatan penyakit aneh dan masih banyak lagi, jika buku-buku tersebut hingga sekarang masih, diprediksi akan membuat dunia menjadi lebih maju, namun sayang sekali, akibat datangnya bangsa Mongol, buku-buku langka tersebut musnah, karena mereka membuangnya kesebuah sungai dan bahkan sungai tersebut berwarna hitam selama 1 tahun akibat tinta dari buku-buku yang dibuang.
 

4. Epos Cycle, Oleh Beberapa Penulis
 
 
Epos Cycle
Epos Cycle
 
Epos Cycle merupakan buku legendaris selanjutnya, di dalam buku ini mengandung sebuah cerita yang sangat mencegangkan mengenai dewa Romawi kuno yakni Zeus yang tinggal di Olympus, buku tersebut dikarang oleh beberapa penulis dan memaparkan sebuah rahasia dari dewa-dewa mitologi Romawi serta kisah heroik ala Viking bangsa Norwegia dan Islandia. Jika buku-buku tersebut masih ada diprediski dapat menjadi acuan untuk peradaban kebudayaan menjadi lebih maju, seperti budaya musik, tarian dan masih banyak lagi.

5. Hermocrat, Karya Plato
 
 
Hermocrat
Hermocrat
 
 
Hermocrat merupakan salah satu buku karangan Plato dari 3 buah buku yang pernah dia karang, buku-buku karangan Plato tersebut dikenal dengan Trilogi Plato, ketiga buku ini saling berhubungan antara satu dengan yang lainya dan membahas mengenai konsep molekul yang sangat hebat, selain itu di buku tersebut juga membahas mengenai kota Atlantis yang hilang dengan berdasarnya konsep molekul.





_____________________

Sumber : http://log.viva.co.id/frame/read/aHR0cDovL2p1cmFnYW4tYmVyaXRhLmJsb2dzcG90LmNvbS8yMDE1LzAyLzUtYnVrdS1wYWxpbmctbGVnZW5kYXJpcy1kaS1kdW5pYS5odG1s

Minggu, 18 Januari 2015

(Cerita Penjuru Dunia) - Buku Penyelamat Prajurit pada Perang Dunia II



Buku Penyelamat Prajurit pada Perang Dunia II
Ilustrasi buku (Getty Images/iStock)



Jakarta, CNN Indonesia -- Bahkan di Amerika, Perang Dunia II membuat suasana mencekam. Tahun 1939 hingga 1945, para pria harus rela mendadak dicerabut dari kehidupannya. Tuntutan medan perang tak pernah pandang bulu: pekerja kantoran, guru, pemain musik, atau pemain peran.

Suatu hari, mereka dituntut siap mengubah arah hidup. Meninggalkan anak istri dan kehangatan rumah, menjelajah antah berantah. Horor perang mengepung. Desing peluru, gempuran bom, sampai semburat tanah yang bercampur potongan tubuh atau darah. Kematian menjelang di depan mata.

Tidak ada yang bisa menolong itu semua. Prajurit, siap atau tidak, harus mengenakan seragam penuh lumpur, tas ransel berat penuh ransum, dan berjibaku dengan senjata penuh peluru tajam.

Mereka jelas butuh hiburan. Jika bukan foto keluarga, maka candaan sesama rekan. Tapi mengutip Huffington Post, ada satu hal yang pernah sangat membantu meringankan mental para prajurit di medan perang. Yakni, sebuah buku karya Betty Smith berjudul A Tree Grows in Brooklyn.

PD II merupakan salah satu masa paling produktif bagi industri percetakan Amerika. Sekitar 123 juta kopi buku digratiskan. Berbagai genre buku disebar: misteri, komik, humor, antologi, kumpulan puisi, cerpen, sejarah, biografi, sampai fiksi klasik dan kontemporer.

Lebih dari 70 perusahaan penerbitan membuat desain khusus buku untuk para prajurit. Ukurannya disesuaikan, harus pas diletakkan di pinggang atau kantung seragam perang.

Buku, pada masa itu dijadikan 'miniatur'. Sehingga bisa dibawa-bawa ke medan perang, rumah sakit, maupun sarang musuh. Itu satu-satunya media yang bisa membuat terlena pikiran para prajurit. Mereka merasa jauh dari medan perang, ke tempat imajinatif yang entah di mana.

Tidak banyak penulis yang mampu membuat buku bagus untuk mereka. Nama Smith-lah yang sering digaungkan. Efek dari buku A Tree Growns in Brooklyn-nya benar-benar positif untuk para prajurit. Usai menulis buku itu, Smith kebanjiran surat dari mereka. Semua mengapresiasi karyanya.

"Apakah Anda pernah merasa sangat putus asa secara emosional sampai Anda harus berbicara dengan seseorang, duduk, dan menuliskannya? Sejak pertama harus bertempur dengan lutut terbenam di lumpur atau membawa tubuh rekan yang berdarah-darah dan saya tak mampu menolongnya, saya merasa sangat berat dan sinis terhadap kehidupan," tulis salah seorang marinir.

Tapi segala depresi yang dirasakannya menguap seiring halaman demi halaman ia membaca A Tree Growns in Brooklyn.

"Saya tidak bisa menjelaskan reaksi emosional di hati saya yang telah mati. Saya hanya tahu, itu terjadi. Saya merasa dilanda gelombang kepercayaan diri dan berpikir mungkin ada kelompok yang punya kesempatan setelah perang ini berakhir," ia melanjutkan dalam suratnya ke Smith.

Marinir itu hanya satu dari mereka yang terbantu dengan buku karya Smith. Masih ada ribuan lain. Ada yang merasa mendapat surat dari rumah. Ada yang merasa mendapat suntikan kekuatan untuk terus berjuang.

"Anda membantu saya melewati hari-hari perang, yang melelahkan dan membuat depresi," kata seorang prajurit lain. Buku itu membantunya fokus pada tujuan memenangkan perang. Saking terinspirasinya, ia sampai akan menamai anaknya kelak dengan Betty Smith.

A Tree Growns in Brooklyn seperti terapi bagi mereka. Karya itu seperti memunculkan harapan baru yang telah terbenam dalam lumpur serta darah di medan perang.

Buku itu sendiri bercerita tentang seorang gadis muda bernama Francie Nolan, yang berasal dari keluarga miskin. Ayahnya seorang pecandu alkohol. Ibunya asisten rumah tangga bergaji minim. Tapi, Francie bermimpi untuk tetap melanjutkan kuliah.

Sayang, setelah ayahnya meninggal Francie justru harus berhenti sekolah untuk bekerja. Meski begitu, mimpinya tak bisa dibendung. Ia tetap belajar tekun agar lolos ujian masuk perguruan tinggi, dan menyisihkan uang sedikit demi sedikit.

Kisah Francie menginspirasi para prajurit untuk tidak menyerah, apapun kondisinya. Mereka merasa bagai pohon yang bisa tumbuh di manapun. Semangat adalah pupuk sekaligus airnya. Tak hanya itu, humanisme Francie juga menyentuh para prajurit, mengingatkan mereka akan kampung halaman.

Kini, setelah 70 tahun berlalu sejak buku itu terbit dan meledak, memang susah mencari A Tree Growns in Brooklyn lagi. Tapi memori soal bagaimana buku bisa menginspirasi khalayak, bahkan mereka yang di medan perang, masih bisa dijadikan pegangan hingga kapanpun.



(rsa/mer)




___________________

Sumber : http://www.cnnindonesia.com/hiburan/20141209175234-241-17039/buku-penyelamat-prajurit-pada-perang-dunia-ii/

Rabu, 24 Desember 2014

(Cerita Penjuru Dunia) - Apakah Semua Jalan menuju Ke Roma







OLEH PENULIS SEDARLAH! DI AUSTRIA


SISTEM jalan di Imperium Romawi menghubungkan ibu kotanya dengan berbagai provinsi yang tersebar luas. Sistem itu menghubungkan hutan-hutan lebat di Gaul dengan kota-kota di Yunani serta Sungai Efrat dengan Selat Inggris. Yang terutama ialah sistem jalan ini memungkinkan hampir setiap bagian wilayah itu dijangkau dan dikuasai oleh legiun-legiun Roma. Jalan-jalan utama beraspal ini bercabang menjadi banyak jalan kecil menuju berbagai provinsi di Imperium Romawi. Inilah asal mula peribahasa, ”Semua jalan menuju ke Roma.”

Jalan-jalan sepanjang lebih dari 80.000 kilometer ini melintasi Imperium Romawi. Sekarang ini, bagaimana seseorang bisa mempelajari semua jalan itu dan memahami dampaknya terhadap dunia zaman dahulu itu? Salah satu cara adalah dengan meneliti peta abad ke-13 yang disebut Peta Peutinger.

Menurut para sejarawan, Peta Peutinger adalah salinan sebuah peta yang semula dibuat saat pasukan Romawi masih melintasi jalan-jalan yang terkenal ini. Pada tahun 1508, Konrad Peutinger, juru tulis kota Augsburg di Jerman bagian selatan, mewarisi salinan tangan peta tersebut yang belakangan dikenal dengan namanya. Dewasa ini, salinan tersebut disimpan di Perpustakaan Nasional Austria di Wina, dengan judul berbahasa Latin yaitu Tabula Peutingeriana.






Gulungan Peta Imperium Romawi

Di ruangan kelas modern, para siswa sering kali mempelajari peta berbentuk agak bujur sangkar yang digantung pada dinding. Namun, Peta Peutinger adalah gulungan yang jika dibentangkan lebarnya 34 sentimeter dan panjangnya lebih dari 6,75 meter. Gulungan ini mula-mula terdiri atas 12 lembar perkamen terpisah yang ujung-ujungnya direkatkan. Kini, hanya 11 lembar yang masih ada. Peta ini memperlihatkan dunia Imperium Romawi pada masa kejayaannya, yang membentang dari Inggris hingga sejauh India. Meskipun Anda mungkin tahu letak wilayah tersebut di peta modern, Anda bisa jadi kebingungan sewaktu pertama kali meneliti Peta Peutinger. Mengapa begitu?

Peta Peutinger dibuat, bukan untuk para pakar geografi modern, tetapi untuk para penjelajah zaman dahulu. Peta berbentuk gulungan mudah digunakan di jalan. Namun, agar gulungan itu bisa memuat berbagai perincian yang dibutuhkan, pembuat peta harus memperpendek ukuran utara-selatan dan memperpanjang beberapa kali ukuran timur-barat imperium tersebut. Hasilnya adalah sebuah peta yang tidak proporsional tetapi mudah dibuka, dirujuk, digulung, dan dibawa-bawa. Orang dapat dengan cepat melihat cara terbaik untuk bepergian dari satu tempat ke tempat lain. Bagi mereka, ini lebih penting ketimbang keterangan lain seperti bentuk negara Italia, ukuran Laut Hitam, atau arah sebenarnya yang sedang dituju.*

Corak-corak pada Peta Peutinger dibedakan oleh warna-warnanya. Jalan-jalan diwarnai dengan garis merah, gunung-gunung dengan warna cokelat, dan sungai-sungai dengan warna hijau. Peta ini memuat nama ratusan kota dan letaknya ditandai dengan gambar rumah, halaman bertembok, dan menara. Lambang-lambang tersebut menunjukkan berbagai fasilitas yang ada di tiap-tiap tempat. Peta itu juga memperlihatkan jarak antarkota, stasiun, dan tempat persinggahan.

Berbagai tempat dan peristiwa dalam Alkitab disebutkan dalam Peta Peutinger. Dua uraian dalam bahasa Latin ditulis di daerah Gunung Sinai. Sebuah keterangan gambar berbunyi, ”Gurun tempat keturunan Israel di bawah Musa mengembara selama 40 tahun.” (Yosua 5:6) Keterangan lain berbunyi, ”Di sinilah mereka menerima Hukum Musa di Gunung Sinai.”—Imamat 27:34.

Keterangan gambar untuk Yerusalem menyertakan nama yang berbeda untuk kota tersebut yaitu Aelia Capitolina—diambil dari nama Publius Aelius Hadrianus, yang lebih dikenal sebagai Hadrian. Pada abad kedua M, kaisar Romawi ini menamai kota tersebut menurut namanya sendiri. Istilah Latin untuk Gunung Zaitun juga muncul.—Lukas 21:37.





Apakah Semua Jalan Menuju ke Roma?

Beberapa jalan menuju ke Aquileia, sebuah kota yang terletak di Italia bagian timur laut. Di peta, Aquileia memiliki tembok-tembok dan menara-menara jaga yang kokoh. Karena kota itu mendominasi beberapa persimpangan jalan utama dan memiliki pelabuhan yang bagus, Aquileia merupakan salah satu kota terpenting di Imperium Romawi.

Via Egnatia, atau Jalan Egnatia melintasi Semenanjung Balkan dari Pesisir Adriatik menuju Konstantinopel, dan kini dikenal sebagai Istambul. Peta Peutinger menandai kota tersebut dengan lambang seorang dewi yang sedang duduk di takhta tetapi siap berperang. Beberapa jalan menuju ke Antiokhia Siria, yang kini adalah kota Antakya di Turki. Antiokhia adalah kota terbesar ketiga di Imperium Romawi, setelah Roma dan Aleksandria. Di peta, kota itu ditunjukkan dengan lambang seorang dewi yang sedang duduk dan mengenakan lingkaran cahaya (halo).

Di Peta Peutinger, ada 12 jalan menuju ke Roma. Salah satunya adalah Via Appia, atau Jalan Apia. Buku Kisah memperlihatkan bahwa rasul Paulus melewati jalan tersebut pada perjalanan pertamanya ke Roma. Sewaktu Paulus dalam perjalanan, sekelompok orang Kristen datang dari Roma melalui Jalan Apia dan menemuinya di Tiga Kedai Minum, yang juga tampak di peta.—Kisah 28:15.
Lambang apa yang Peta Peutinger gunakan untuk menggambarkan Roma? Kota itu dilambangkan dengan seorang kaisar wanita perkasa berjubah ungu, yang sedang duduk di takhta. Bola bumi dan tongkat yang ada di tangannya mengartikan bahwa kuasa dunia berpusat di ibu kota imperium tersebut.

Apakah tepat untuk mengatakan bahwa semua jalan itu menuju ke Roma? Ya, apabila Anda mempertimbangkan luasnya jaringan jalan penghubung yang bercabang dari jalan-jalan rayanya. Peta Peutinger memperlihatkan bagaimana jalan-jalan raya itu memperluas jangkauan kekuasaan Imperium tersebut, sehingga Roma dapat menguasai berbagai provinsi selama hampir 500 tahun. Dewasa ini, Anda masih dapat mengadakan tur ke jalan-jalan kuno di Imperium Romawi itu—yakni dengan imajinasi Anda dan dengan panduan Peta Peutinger.


[Catatan Kaki]

Ini masih berlaku bagi orang-orang yang bepergian. Peta-peta untuk kereta api bawah tanah modern sering kali tidak proporsional, tetapi mudah digunakan.

[Peta di hlm. 13-15]

(Untuk keterangan lengkap, lihat publikasinya)

Peta jalan yang unik—Peta Peutinger

SPANYOL
MAROKO
INGGRIS
PRANCIS
JERMAN
AUSTRIA
Aquileia
Roma
Daerah yang diperbesar tampak di halaman 15
ITALIA
AFRIKA
YUNANI
Istambul
MESIR
TURKI
G. Sinai
Yerusalem
SIRIA
Antakya
Laut Kaspia
IRAN
INDIA

[Peta di hlm. 15]

(Untuk keterangan lengkap, lihat publikasinya)

Perincian pada Peta Peutinger memperlihatkan Roma dan sekitarnya

Roma
Aquileia
Istambul
Yerusalem
Antakya




___________________

Sumber : Wahtower Library, Majalah Sedarlah!

Rabu, 17 Desember 2014

(Cerita Penjuru Dunia) - Sejarah VOC di Indonesia


Sejarah VOC di Indonesia merupakan bagian dari masa kolonisasi Eropa yang terjadi pada tahun 1512 hingga tahun 1850 dan berlanjut pada tahun 1945 hingga 1950. Setelah sebelumnya berhasil mengusir pergi Portugis, pihak Belanda mendirikan kantor cabang VOC di Indonesia dengan pos pertama yang mereka dirikan terletak di daerah Banten pada tahun 1603 dan di Jayakarta yang nantinya berubah nama menjadi Batavia pada tahun 1611. Meskipun tujuan awal mereka datang ke Indonesia adalah untuk memonopoli tukar menukar rempah, mereka yang biasa menggunakan kekerasan untuk mendapatkan rempah kemudian mulai terlibat dalam masalah-masalah politik yang terjadi di sekitaran pulau Jawa sehingga tidak jarang mereka terlibat perang di beberapa daerah sebelum akhirnya dinyatakan bangkrut pada tahun 1800 dan segala kepentingan di Indonesia diserahkan kepada pemerintahan Hindia Belanda.


Sejarah-VOC-di-Indonesia Sejarah VOC di Indonesia


Awal Mula Tibanya VOC di Indonesia


Sejarah VOC di Indonesia mungkin tidak akan terjadi jika pada tahun 1596, anggota ekspedisi Belanda tidak kehilangan setengah kru kapalnya, tidak membunuh pangeran Jawa, dan tidak kehilangan kapal namun berhasil kembali ke Belanda dengan rempah yang banyak. Dari ekspedisi yang juga butuh biaya besar baik materi maupun nyawa pasukan mereka, pihak Belanda mendapatkan untung yang sangat besar dari penjualan rempah yang berhasil mereka dapatkan. Hal tersebut mendorong mereka untuk melakukan ekspedisi lagi dengan tujuan mendapatkan keuntungan yang jauh lebih tinggi. Demi menekan timbulnya pesaing yang akan memotong keuntungan mereka, pemerintah Belanda menyatukan para perusahaan perdagangan yang saling bersaing menjadi sebuah perusahaan besar dengan nama Vereenigde Oostindische Compagnie (Persatuan Dagang Hindia Timur, VOC). Pada tahun 1602, States-General Belanda memberikan VOC kebebasan untuk melakukan monopoli rempah di Asia selama 21 tahun, dan VOC juga dianugerahi kekuatan quasi-pemerintahan termasuk kemampuan untuk mengadakan perang, memenjarakan dan membunuh tawanan, membuat perjanjian, mengeluarkan uang, dan mendirikan koloni.

Sejarah VOC di Indonesia pertama kali tercatat ketika pada tahun 1603, mereka mendirikan pos perdagangan permanen di Banten yang terletak di bagian barat daya Jawa. Pos kedua mereka didirikan pada tahun 1611 di Jayakarta. Pada tahun 1604, pihak VOC kembali menjalankan pelayaran kedua mereka dan kali ini yang menjadi target adalah Maluku. Pada masa dimana banyak terjadi pendirian pos dagang ini, mulai terjadi kompetisi di sekitar Nusantara antara Inggris dan Belanda dalam hal akses terhadap rempah-rempah. Akhirnya, persetujuan diplomatis dan kerjasama antara Inggris dan Belanda mengenai perdagangan rempah berakhir dengan Pembantaian Ambon dimana 10 pasukan Inggris ditangkap, disiksa, dan dibunuh sebagai hasil dari konspirasi mereka kepada pemerintahan Belanda. Kejadian tersebut menuntut Inggris menarik seluruh pasukan yang telah mereka tempatkan di Indonesia kecuali Banten.

Pendudukan Absolut VOC akan Indonesia

Pada tahun 1610 hingga 1619, sejarah VOC di Indonesia terfokus pada posisi markas besar mereka yang berada di Ambon. Meskipun markas mereka ada di daerah yang merupakan pusat produksi rempah, daerah tersebut adalah area yang jauh dari rute dagang Asia dan aktivitas VOC lainnya yang membentang dari Afrika hingga Jepang. Karena hal ini, mereka mulai mencari daerah baru sebagai markas besar dan beberapa daerah mulai menjadi perhitungan. Salah satu daerah yang sempat mereka jadikan markas adalah selat Malaka yang dinilai strategis, tapi sayangnya Portugis sudah menduduki daerah tersebut dan membuatnya menjadi berbahaya. Baru pada tahun 1619 ketika Jan Pieterszoon Coen diangkat menjadi Gubernur Jenderal VOC, serangan terhadap Banten dilaksanakan dengan pasukan yang berisi 19 kapal, dan dari sisa-sisa Jayakarta, mereka membangun kota baru yang diberi nama Batavia sebagai markas baru.

Pada masa pemerintahan Coen, keberadaan VOC di Indonesia semakin kuat dengan idenya untuk membuat Batavia sebagai pusat dagang intra-Asia yang membentang dari Jepang ke Tiongkok, Burma, Kepulauan Indonesia, Ceylon, dan bahkan Persia. Hal ini ia peroleh dengan mempekerjakan prajurit sewaan dari Ambon dan buruh Tiongkok untuk mengembangkan ambisinya. Meskipun rencana ini tidak berhasil direalisasikan, Coen berhasil memperkuat kekuatan VOC di Indonesia dengan membuat aliansi bersama Sultan Ternate pada tahun 1607 untuk mengontrol produksi cengkeh, dan pendudukkan kepulauan banda memberi mereka kendali akan perdagangan pala. Pada tahun 1641, pihak Belanda juga berhasil mengambil alih Malaka dari Portugis dan memberikan mereka kontrol akan laut sekitar.

Pada pertengahan abad ke-17, Batavia telah menjadi pusat dagang yang penting. Beberapa kali juga kota tersebut telah berhasil menghalau serangan dari kerajaan Mataram. Pihak VOC juga berhasil menundukkan Makassar pada tahun 1667 dan mengambil alih pelabuhan di Sumatra pada tahun 1660, menyebabkan semakin kuatnya VOC di Indonesia. Pada masa-masa itu, VOC harusnya terfokus pada pendirian pos dagang baru dan sebisa mungkin menjauh dari urusan politik dari kerajaan manapun, tapi pada kenyataannya mereka terlalu jauh masuk dalam konflik internal Jawa.

Pada tahun 1740-an, mulai banyak pemberontakan terhadap VOC yang dimulai dengan pembantaian orang-orang etnis maupun keturunan Tionghoa pada 9 Oktober 1740. Bermula dari Mei tahun 1741, beberapa pos VOC mulai diserang dan dihancurkan. Pada bulan November 1741, Pakubuwono II mulai turun tangan membantu orang-orang Tionghoa untuk mengepung pos VOC dengan total pasukan 20.000 orang Jawa, 3.500 orang Tionghoa, dan 30 pucuk meriam. Pada tanggal 1 Januari 1800, Belanda kalah perang dan VOC dibubarkan karena beberapa alasan seperti kebangkrutan yang mengakhiri sejarah VOC di Indonesia.




___________________

Sumber : http://www.portalsejarah.com/sejarah-voc-di-indonesia.html

(Cerita Penjuru Dunia) - Sejarah Nazi dan Adolf Hitler


Bermula pada tanggal 20 April 1889 dimana saat itu seorang anak yang kelak menjadi pemimpin Nazi ini dilahirkan di sebuah kota bernama Branau am Inn, Austria. Hitler menjadi kanselir Jerman pada tahun 1933 hingga tahun 1945 dan diktator dari Nazi Jerman sejak 1934 hingga 1945. Hitler dan Nazi yang ada di bawah komandonya menjadi titik pusat dari Perang Dunia II di Eropa dan Holocaust.

Jalan Hidup Adolf Hitler

Awal lahirnya sang pemimpin nazi Adolf Hitler dimulai oleh Alois Hitler yang merupakan anak di luar pernikahan dari Maria Anna Schicklgruber. Alois diangkat anak oleh keluarga dari Johann Nepomuk Hiedler setelah ibunya meninggal pada tahun 1847, dan pada tahun 1876 ia diresmikan dan di catatan baptisnya, tertulis Georg Hiedler sebagai ayahnya. Alois menikahi Klara Polzl pada tahun 1885 dan melahirkan Adolf Hitler sebagai anak keempatnya pada tahun 1889.


Sejarah-Nazi-dan-Adolf-Hitler Sejarah Nazi dan Adolf Hitler


Pada tahun 1895, Alois memilih untuk pensiun dan kembali pulang ke rumah kecil di Hafeld tempat dia beternak lebah. Perpindahan keluarga ini ke Hafeld memulai sebuah pertikaian antara ayah dan anak yang disebabkan oleh ketidak-inginan Hitler untuk menghadapi disiplin yang ada di sekolahnya. Setelah usaha ternak lebah milik Alois gagal, keluarga Hitler kembali pindah ke Lambach di tahun 1897. Pada tahun 1898, keluarga Hitler pindah kembali secara permanen ke Leonding. Adik laki-laki Hitler, Edmund, meninggal pada tahun 1900 dikarenakan oleh campak. Sepeninggalan adiknya, Hitler berubah menjadi anak yang mudah murung dan cemberut, juga sering bertengkar dengan ayah dan guru-gurunya di sekolah.

Seperti kebanyakan masyarakat Jerman Austria, Hitler mulai memiliki rasa nasionalis sejak muda yang nantinya akan menjadi pupuk pembentuk sejarah Nazi dan Adolf Hitler di mata dunia. Hitler tetap loyal hanya kepada Jerman dan mengutuk berkurangnya kekuatan dari Monarki Habsburg dan daerahnya. Hitler dan teman-temannya bahkan menyanyikan lagu Deutschlandlied, bukannya lagu kebangsaan yang dimiliki tentara Austria.

Pada tanggal 3 Januari 1903, Alois meninggal tanpa pertanda apapun sebelumnya. Hal ini kemudian berjalan seiring dengan performa Hitler yang terus menurun dan pada akhirnya, ibunya memperbolehkan ia untuk keluar dari sekolah. Ia kemudian mendaftar di Realshucle yang terletak di Steyr pada 1904 dan lulus pada tahun 1905 tanpa ambisi melanjutkan studi ataupun rencana karir sehabis menjalani pengulangan tes terakhir.

Pada saat Perang Dunia I pecah, Hitler sedang tinggal di Munich dan menjadi sukarelawan untuk tentara Bavaria sebagai seorang penduduk Austria. Hitler yang diposisikan pada Bavarian Reserve Infantry regimen ke-16 ditugaskan menjadi seorang penyampai pesan di sisi barat depan, di Prancis dan Belgia. Hitler sendiri sudah mengikuti perang pertama Ypres, perang Somme, perang Arras, dan perang Passchendaele. Hitler yang sempat terluka di Somme kemudian diberikan iron cross akan keberaniannya pada tahun 1914. Pada tanggal 15 Oktober 1918, Hitler terkena serangan gas beracun dan harus dirawat di Pasewalk, dimana Hitler akhirnya tahu tentang kekalahan Jerman di Perang Dunia I.

Di tahun 1919, Hitler kembali ke Jerman dan ditunjuk sebagai agen intelijen dari sebuah Aufklarungskommando (pasukan pengintai) dari Reichswehr. Tugas yang diberikan kepada hitler adalah untuk mempengaruhi tentara lain dan menginfiltrasi Partai Pekerja Jerman (DAP). Ketika sedang memonitor aktivitas DAP inilah Hitler mulai tertarik dengan pandangan antisemitis, nasionalis, antikapitalis, dan antiMarxist dari pembentuk partai tersebut, Anton Drexler. Pada satu masa saat ia sedang ada dalam pertemuan DAP, Hitler tertarik untuk memberi pidato, dan Drexler sangat terpukau dengan kemampuan berorasi Hitler sehingga mengajaknya bergabung pada tanggal 12 September 1919, yang kemudian disetujui oleh Hitler.

Saat bergabung di DAP, Hitler bertemu dengan Dietrich Eckart, salah satu pendiri partai dan anggota Thule Society. Eckart kemudian menjadi mentor Hitler, bertukar ide dan memperkenalkan Hitler pada kehidupan sosial di Munich. Untuk meningkatkan popularitas, DAP kemudia mengganti nama mereka menjadi Partai Sosialis Nasional Pekerja Jerman (NSDAP) dimana Hitler membuat desain swastika pada lingkaran putih dengan warna latar merah. Pada tahun 1923, Hitler meminta bantuan dari jendral Perang Dunia I, Erich Ludendroff, untuk melaksanakan sebuah kudeta yang dikenal dengan Beer Hall Putsch, dimana kudeta ini berakhir dengan penangkapan Hitler pada 11 November 1923 dan dihukum penjara selama lima tahun. Pada masa ia dipenjara inilah, sebuah kumpulan buku tulisannya yang berjudul Mein Kampf (perjuanganku) ditulis. Buku ini didedikasikan kepada Dietrich Eckart, dan merupakan sebuah otobiografi serta eksposisi ideologi Hitler. Buku ini sendiri terpengaruh oleh buku berjudul The Passing of the Great Race yang ditulis oleh Madison Grant, yang dianggap alkitab oleh Hitler. Sejarah Nazi dan Adolf Hitler mulai tertulis di buku sejarah sejak jatuhnya pasar saham Amerika pada 24 Oktober 1929 yang berdampak besar terhadap Jerman. Hitler dan NSDAP bersiap untuk menggunakan kepanikan ini dan akhirnya menjadikan Nazi sebagai partai terbesar di Reichstag.

Hitler ditunjuk menjadi kanselir Jerman oleh Paul von Hindenburg pada 30 Januari 1933 karena tekanan dari politisi, orang-orang industri, dan komunitas bisnis. Kejadian ini mendorong Hitler mengganti pemimpin dari setiap organisasi sipil menjadi orang-orang Nazi. Pemerintahan Hitler dan Nazi mulai menjadi sebuah pemerintahan yang kejam menyusul terjadinya Perang Dunia II yang mereka kobarkan. Banyak warga sipil Jerman yang tewas, dan banyak lagi yang menjadi korban kelam holocaust. Berakhirnya Sejarah Nazi dan Adolf Hitler terjadi ketika Jerman mengalami kekalahan besar-besaran yang mendorong Hitler menarik pelatuk pistolnya dan mengakhiri nyawanya sendiri di ruangan pribadinya.




___________________

Sumber : http://www.portalsejarah.com/sejarah-nazi-dan-adolf-hitler.html