Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Juli 2015

(Puisi) - Pendiam namun Cerewet







Koleksi Pribadi Foto Dewi Kamaratih





ada yang manis keluar dari pohon
ada yang tersenyum membaca buku
ada yang diam merenung
ada yang cerewet seperti cabe rawit

oh itu dia si pemilik andeng-andeng
di atas bibir
aduh hiasan bibir
sebuah titik noktah
dari Pencipta

jika marah dan tersenyum tiada beda
orang sering salah kira
dia sedang membaca puisi
sepenuh hayat

ya, lembut dan cerewet adalah anugerah
dia memang seperti itu
Layla, ia sungguh cantik
setaip kali ia berkata-kata
aku akan menatap wajahnya
sebab aku lebih mengerti wajahnya
ketimbang ucapannya yang cerewet








Jaga Blengko, 03 Juli 2015
Jak Phenomenon















Senin, 22 Juni 2015

(Puisi) - Jikalau Nanti Kita Bertemu









aku akan mengajakmu ke tempat yang tinggi sekali
biar kita tahu betapa kecilnya kita
supaya kita selalu mengingatNya
pasti hari itu yang paling indah
langit tersenyum
tanah tempat kita berpijak
akan tumbuh bunga mawar

burung-burungpun bernyayi
seperti lovebird yang berkicau berdua
ya, berdua saja
berpuisi dari relung hati yang paling dalam
C.I.N.T.A.





__________________


Jaga Blengko, 22 Juni 2015
Jack Phenomenon

Minggu, 14 Juni 2015

(Puisi) - Aku Berserah








Sekian lama aku berteriak memanggil nama-Mu sambil terus-menerus mengetuk pintu rumah-Mu.
Ketika pintu itu terbuka,
aku pun terhenyak dan mulai menyadari sesungguhnya selama ini aku telah mengetuk pintu dari dalam rumahku sendiri. 



RUMI








aku melihat sebuah pohon
aku raih tubuhnya dan kupeluk
antara jariku di sebelah kiri dan jariku di sebelah kanan
aku pertemukan dalam lingkaran pohon
sia-sia upayaku
aku menyerah
aku tak mampu

aku coba lebih keras lagi
aku ambil tali tambang yang panjang
aku coba sekali lagi melingkarkan kedua tanganku ditambah tali tambang
tak mampu juga aku memeluknya

berulang-ulang kucoba dan kucoba
akhirnya aku menyerah

aku lelah dan tertidur di hamparan rumput
dan bermimpi memeluk sebuah pohon besar
dalam mimpi itu kedua tanganku mendekap erat
dan ujung jariku yang satu bertemu dengan ujung jariku yang lain
dan aku mampu menggenggam sepuluh jariku
seperti tangan yang sedang berdoa, memohon








_____________________ 


Jaga Blengko, 8 Juni 2015 
Jack Phenomenon

(Puisi) - Berkat Ilahi







_______BERKAT ILAHI ______



seperti tiga batu
untuk satu tungku
tiga kendi air berbual-bual
membuat huma seperti
sungai mengalir sepanjang musim



____________________

Jage Blengko, 11 Juni 2015
Jack Phenomenon

(Puisi) - Mengapa engkau Tersenyum








“The earth laughs in flowers.”


― Ralph Waldo Emerson






Senangnya bisa melihat bumi tersenyum
dan aku berada di antaranya
seperti berada di bumi baru
yang lalu telah berlalu

Hari-harinya bersama bunga-bunga di padang
berbincang-bincang tentang suatu rahasia
mengapa engkau selalu tersenyum






__________________ 


Jaga Blengko, 13 Juni 2015 
Jack Phenomenon

Jumat, 29 Mei 2015

(Puisi) - _______MAMPIRLAH KE GUBUKKU ______







masuklah ke bilikku yang paling dalam
aku akan menjamumu dengan kehangatan
tinggallah beberapa saat di sini sampai bosan
sehari atau seminggu, mungkin sebulan
setidak-tidaknya kamu bisa coba setahun
bila kamu betah tinggallah di sini selamanya
mungkin kita bisa membangun satu bilik lagi

buat matahari yang akan hadir
aku tidak tahu berapa yang kau sanggup bikin bilik di rumah ini ?

entahlah, semoga kiranya Yang Maha Tahu
memberkati kita
Dia yang mempertemukan
Dialah yang memberi kecukupan

aku hanya mengundangmu ke bilikku yang paling dalam





____________________

Jaga Blengko 29 Mei 2015
Jack Phenomenon


Selasa, 14 April 2015

(Puisi) - Kutundukkan Kepalaku Kepada Sang Penenun dan Pemintal Tubuhku








Nenek moyangku seorang pemintal dan tukang tenun kain, turun-temurun memainkan kelentukkan tangan, kaki dan mata lelahnya, memilih warna-warni atau mencari pohon-pohon atau akar dan daun yang apabila sihir petunjuk ilhamnya menyatakan bahwa daun ini dan akar itu apabila diampur akan menghasilkan warna anu.Sejak dahulu kala keturunan nenek moyang pemintal dan penenun menyebar ke seluruh bumi, mereka memiliki kesamaan ilmu, baik dalam corak, alat, benang dan warna. Satu guru mereka yang lahir di lembah subur Mesopotamia, di tengah-tengah benua mereka belajar satu ilmu dari seorang nenek moyang keturunan mahir.

Mata mereka melihat sekeliling alam dan meniru corak alam, binatang, tumbuhan bahkan di langit atas mereka membuat tiruan alam di kain tenun mereka dan mereka membuat apa saja dengan kain tenun ini, membuat busana adat mulai dari pembungkus kaki sampai kepala, membuat kain pelana kuda, membuat taplak meja, alas tempat tidur ataupun kemah dan karpet-karpet tempat duduk orang-orang, raja-raja, dan pangeran beserta keluarga besarnya.

Di semua bumi berpenduduk segala bangsa menenun, memintal, kadangkala mereka mewujudkannya dalam sebuah ritual yang sakral, membuat tenun khusus bagi upacara-upacara, bahkan saat sang bayi lahir di bumi entah itu anak laki-laki atau perempuan mereka memiliki kain tenunnya sendiri. Kepala suku dengan coraknya, bangsawan dengan coraknya dan dukun dengan coraknya.

Semua dikenal karena busana tenunnya yang merupakan identitas atau jabatan mereka, itulah keturunan para penenun dan pemintal mewariskan kepada keturunan mereka dengan segala pesan, nasihat, mantra dan doa-doa panjang mereka

Lihat seringkali busana tenun memiliki sebuah gengsi, kedudukan, pangkat atau jabatan dikombinasikan dengan corak dan warna-warni penuh arti, setiap orang suku bangsa bangga dengan hasil tenunnya sebagai warisan leluhur yang merupakan budaya, adat istiadat yang lestari.

Sampai suatu saat seorang yang memiliki arti hidup, seorang pecinta mengoyakkan jubah tenunnya dan membuangnya di tanah dan kepalanya ditaruh abu dan debu dan berduka cita dengan semua yang apa ia kenakan dengan segala kebanggaan, itu semua sia-sia tanpa martabat, tanpa juru selamat dan tanpa Allah yang hidup, semua sia-sia.

Aku menundukkan kepala dengan segala kerendahan hati bahwa semua itu tidak pantas aku kenakan, biarkan hidupku telanjang dan masuk angin, aku tahu Oh penenun hati dan pikiran, aku menundukkan kepalaku hanya kepadamu bahwa ini semua sia-sia tanpa Engkau ada disampingku senantiasa.




Jaga Blengko, 3 April 2015
Jack Phenomenon

Sabtu, 11 April 2015

(Puisi) - Celana







Kepada celana
yang telah berjasa menutup aurat
di mana saja


Aku ingat celana jeans belelku
ke mana-mana aku pakai
biar berhari-hari

Levi's strauss kesukaanku
dengan bokong seksiku
dilirik para gadis-gadis manis

Aku hanya suka satu hal
yaitu kantong kecil yang sempit
tempat uang receh terselip

Konon kantong sempit itu
tempat yang paling berharga tersimpan
yaitu intan permata

Seperti aku teringat adik manisku
gadis Layla dan celana jeansnya
dia sungguh manis




____________________



Jaga Blengko, 11-4-15
Jack Phenomenon

Rabu, 14 Januari 2015

(Puisi) - Pertemuan Tembikar dan Surat Dalam Botol


Sumber : Google Images





Sesaat sebelum semua menjadi tembikar
pikaranku kacau balau, tanah lempang yang kuaduk dan injak-injak
menjerit keras kepadaku

'jangan kau sayat diriku lagi, biarkan aku kembali menjadi tanah di bumi,
biarkan aku selalu di bawahmu,
biarkan terika matahari membakar merah tanahku
biarkan aku kembali tak berharga

setelah itu tanah kembali diam
tergeletak pasrah dalam kolam baskom giling
kubiarkan dia seperti itu
selanjutnya dia mengeras kembali tak beraturan bentuknya

sejenak aku mencari udara segar
dan keluar huma mencari angin laut yang meniup ke darat sepoi-sepoi
kunikmati suara gelombang yang datang bergemuruh
menerjang pantai dan pecah terbuyar di kaki telanjangku

kubiarkan gelombang dan ombak datang bergulung menimpa tubuhku
kubiarkan kekuatan alam membentuk aku menjadi tembikar
seperti tanganku yang meliuk-liuk menekan tanah lempang liat itu








Tubuhku basah kuyup oleh hantaman gelombang
dan seperti ceper tubuhku, aku ingat bentuk sebuah gelas yang kosong
ya aku kembali ingat sesuatu benda menyerupai gelas kosong

Dan aku terkejut bukan gelas yang kosong,
tapi sebuah botol panjang berbentuk silender
dengan katup kayu menjadi penyumbatnya
aku ambil botol itu, dan kuamati ada sebuh gulungan kertas di dalamnya

aku pun kembali berlari pulang
ingin segera membukanya di dalam rumah
ada apa dengan semua ini
secara tak terduga menimpaku
dengan kejadian-kejadian yang unik
mulai dengan tanah yang tiba-tiba menjerit dan berbicara padaku
sampai penemuan botol isi sebuah kertas

aku kembali ke dalam humaku
kembali menjadi seorang pembuat tembikar.










Jaga Blengko, 14-1-15
Jack Phenomenon

(Puisi) - Senandung Tukang Tembikar dan Penyair






Sumber : Sottosopra 69






perih tubuhmu ingin kutanam dalam genggam tanganku
seperti aku mengulung-gulung tanah liat yang becek
dan membentuknya menjadi bejana

kutumpuk-tumpuk kumpulan tanah liat yang berbentuk bola
kuletakkan dalam peralatan tukang periuk
sampai kumpulan tanah bundar itu cukup

aku bayangkan dirimu
di tempatmu biasa duduk
di sebuah meja yang menghadapap jendela kaca
yang terlihat adalah punggungmu
dan kepalamu yang tertunduk
dalam kertas kosong dan sebuah pena

kita tiada beda aku tukang tembikar dan kamu
tukang menulis syair

dalam membuat periuk bejana seringkali aku lelah
dengan tenaga dan pikiran yang berkecamuk dalam
kehendak dan keinginan, dan keringat dan air mata
turut serta jatuh dalam adonan loyang periuk itu

kadang tanah liat yang kubentuk menjadi keras kembali
keringat dan air mata membantuku membuat tanah keras
kembali menjadi liat dan mudah kukendalikan dan kubentuk

sekarang aku ingat wajah sahabatku nun di sana
berjuta-juta batu jauhnya sedang tertunduk dan masih
menatap kertas kosong tak ada isi satu hurufpun

demikian pun aku tanah yang kubentuk kembali hancur
tak menentu melihat kertas kosong itu masih belum terisi penuh

aku menunggu dengan sabar sampai ada titisan sedikit saja,
maka tangan ini akan bergerak membentuk bejana




[Seri 1 - bersambung] 








Jaga Blengko, 14-1-2015
Jack Phenomenon

Jumat, 02 Januari 2015

(puisi) - Terbang, Melayang








tolong beri aku jalan
di sebelah kanan aku lihat burung besar El Condor
sedang melintas benua dengan kepak sayapnya yang sombong

di sebelah kiriku tak kalah besarnya
burung bangau musim melintas dengan tenang

sedang di depanku burung elang bondol sedang menukik tajam
memburu ikan-ikan di laut

dan di belakangku burung gagak hitam berkoak-koak
tiada hentinya seperti melihat bangkai di bumi

Tinggal aku sendiri di sebatang pohon kering
menatap dikejauahan ufuk

tunggulah saatnya,
aku akan mengepakkan sayapku lebar-lebar
menembus awan pekat, gumpalan es dan petir
dan kembali ke rumahku yang aman sentosa 







Jaga Blengko, 2-1-15 
Jack Phenomenon

(Puisi) - Senja










Senja,
aku
mengabdikan
cintaku
padamu






Jaga Blengo, 2-1-15
Jack Phenomenon


Kamis, 01 Januari 2015

(Puisi) - Terang Bulan







Lihat duniaku yang di bawah
terasa sunyi
aku sungguh-sungguh kasihan
melihat sahabat baikku
burung pungguk
dunia gelap gulita
dan selalu merindukan yang di atas
bahkan berharap selalu dengan yang lebih tinggi

Dari masa ke masa
sungguh engkau seperti makhluk kesepian
pantaslah engkau selalu merindukan
sebuah peribahasa: "Pungguk merindukan bulan"

Sebab akulah si terang bulan !




Jaga Blengko, 31 Des 14
Jack Phenomenon

Rabu, 24 Desember 2014

(Puisi) - Another Road


 


Another Road diambil dari Sottosopra






Semua jalan menuju Roma,
sekalipun jalan sempit






Jaga Blengko, 24-12-14
Jack Phenomenon



Puisi Pola 2, 7 ala Lifespirit



Catatan :

Istilah frasa kata "Semua jalan menuju Roma" adalah merujuk kepada kuasa dunia ke lima yaitu Imperium Roma yang terbentang luas mulai dari seluruh Eropa dan sebagian besar Inggris, Asia kecil sampai ke benua Afrika. Begitu jayanya imperium Roma yang dasyat dan modern pada waktu itu, sehingga seluruh jalan-jalan di negara jajahannya adalah jalan-jalan yang dibangun tentara Romawi yang menuju ke pusat ibu kota imperium itu yaitu kota Roma.

Sama halnya dengan masa kini, daya tarik ibu kota atau pusat pemerintahan adalah kumpulan orang-orang yang sukses, tidaklah mengherankan sampai jalan yang sempit juga dibangun ke arah kesuksesan duniawi.

Berbeda sekali jika Anda tanya Nabi Isa Almasih (Yesus Kristus), dia selalu menekankan untuk menempuh jalan yang sebaliknya menuju kesuksesan rohani sebagai suatu cita-cita yang tertinggi, bahkan jalan itu sulit ditempuh.

Ada dua jalan yang bercabang jika Anda menempuh (The road Not Taken, Robert Frost) jalan lurus dan mana yang Anda pilih jika sampai di persimpangan itu, yang satu ke kiri dan yang lain ke kanan ?

Senin, 22 Desember 2014

Puisi) - suatu hari saat emak masak nasi







mak aku lapar
tunggulah sebentar mak nampi beras
sambil bersenandung
dan kulihat adikku minta digendong
dipunggung emak
aku ikut mengambil batu kecil
atau beras yang jelek dan kulit gabah sisa


sementara tungku tiga batu
sudah nyala dengan dandang tembaga
dan nyiru bambu
nasipun matang


emak, aku, bapak dan adikku
makan seadanya dengan nasi yang harum
begitupun sambal terasi emak yang enak






___________________

Jaga Blengko, 22-12-2014
Jack Phenomenon

Minggu, 21 Desember 2014

(Puisi) - Si Jubah Indah







Engkau yang menabur
apa yang tidak kutanam
tumbuh dan berbuah
kau makan





Jaga Blengko 
Jack Phenomenon, 21-12-2014

Sabtu, 20 Desember 2014

(Puisi) Dari Mesir Kupanggil Utusanku








dik tadi aku terbang ke negeri Mesir
ada banyak biji-bijian tumbuh subur di sana


mari kita hijrah ke sana ada banyak kelimpahan
di negeri dewa-dewa langit


kak, bukankah negeri kita ini negeri perjanjian
melimpah dengan biji-bijian, anggur, susu dan madu


iya dik benar, tapi itu dulu waktu nenek moyang kita
masih menyembah di bukit Zion


tapi lihatlah sekarang mereka semua menyembah
di gunung Samaria, mendirikan pelacur bait di sana


ayolah dik bergegas kita terbang ke sana,
siapa tahu keadaan kita jauh lebih baik dari pada di sini


mudah-mudahan para dewa di sana mendengar jeritan
kita ya bang


aku dengar seorang hamba Allah jadi pembesar di sana
seorang yang berparas ganteng menjadi penjaga lumbung


semoga Allah yang benar menyambut kita di negeri Mesir
negeri para dewa-dewa.






____________________



Jaga Blengko, 20 Des 2014
Jack Phenomenon

Senin, 15 Desember 2014

(Puisi) - Pohon Ara Yang Bertobat







Sebuah pohon ara tumbuh sendirian
di dekat kota tua Yerusalem
seorang Raja Damai melihat pohon itu
dengan menunggang seekor keledai
memasuki kota para raja
dikutuknya pohon ara
hingga menjadi kering kerontang

Namun suatu saat
pohon ara memohon ampun
'Beri kesempatan aku tumbuh dan berbuah'
supaya aku dianggap pohon beruntung
setiap penziarah memasuki gerbang kota
akan melihat lebatnya daunku
buah araku dipetik pada saat 
musim berbuah tiba

Biarlah orang-orang Sodom Gomorah
bangkit dan cemburu atas diriku
karena aku bersorak dengan keras
Hosana, hosana !






Jaga Blengko, 15 Des 2014
Jack Phenomenon

Jumat, 12 Desember 2014

(Puisi) - Puisi Ibu - [Ibu, Aku Pernah dalam Rahim Cintamu]




1). Aku Lahir


Aku lahir delapan bulan atau
tiga puluh kali delapan hari atau
dua ratus empat puluh hari
lebih kurang, kurang lebih
dalam inkubator bercahaya

Ibu engkaulah sesungguh-sungguhnya matahariku
diam-diam aku baca buku diarimu
air mataku berlinang
aku seperti orang terbuang
tersisih dan terpisah
dalam satu meja makan yang lain
dengan piring, sendok dan garpu khusus

Dengan mainan yang berbeda
aku tahu ibu
engkau membesarkan aku
seperti kakakku dan adik-adikku
namun aku sendiri yang paling berbeda

aku tahu ibu aku baca diarimu
berulang-ulang kali
aku menangis
ya, sampai besarpun aku menangis
dan tersisih
aku seperti darah dagingmu
yang separuhnya
adalah kesedihan yang memikat








2). Di kaki Meja Makan


Aku ingat saat duduk bersimpuh
di dekat kaki meja makan
saat engkau menggunting kain
dan membuat pola
saat engkau menjadi penjahit baju
orang-orang sekompleks tempat tinggal kita

Aku bertanya padamu
kenapa manusia dikatakan seperti monyet
dan ...
aku melihat kening ibu bekernyit
dan kelihatan keriput muka ibu
lalu ibu memberi sebuah buku
'The Origin of species'
Lihat buku itu ada gambar apa di situ
Aku tak pandai baca inggris ibu,
lihat saja gambarnya dan apa yang
kamu lihat di buku itu
aku berteriak: 'Monyet dan kera'

Ibu, aku bukan monyet kan ?
iya, kamu bukan monyet kamu anak ibu
yang monyet itu si Yuri
Aku tertawa melihat ibu yang sibuk
potong sana, potong sini

Aku paling suka bertanya sama ibu
aku ingin dipeluknya dan diceritakan dalam buaiannya
namun ibu selalu sibuk di kantor dan menjahit pula
aku hanya banyak tanya saja
sekedar mengalihkan perhatian. agar ibu
bercerita dan menatapku dengan kasih sayang







3). Ibu Bercerita Ayahku Seorang Kapitan


Suatu hari aku menyanyi di depan kelas
'Nenek moyangku seorang pelaut ...
mempunyai pedang panjang'
Itulah bait yang sering aku nyanyikan

Ibu yang mengajariku aku bernyanyi,
saat ayah tak pulang-pulang ke rumah

Ayah ke mana bu ?
Ayah berlayar keliling dunia
Wah senangnya aku mendengar ibu bercerita
Itulah sebabnya sampai sekarang aku suka
dengan bendera segitiga warna-warni yang ada di kapal
dan aku hafal bendera, negara dan peta dunia
di saat aku masih kecil sanggup menyebut
ibu kota seluruh dunia dengan presidennya
termasuk bentuk pemerintahannya
saat usiaku masih sangat kecilIbu sering membawa buku dari kantornya
supaya aku bisa duduk tenang tidak menangis
saat aku nakal pasti ibu sodorkan buku bacaan
sebagai pengganti dongeng tidurIngat-ingat itu semua
aku tersenyum
dan tiba saat ayah pulang berlayar dan
ibu pergi melapor ke ayah tentang daftar
kenakalankuSeperti biasa rotan dan pantatku jadi merah
kena 'slop'
aku memang nakal jika tak ada ayah
sebab aku tak dapat perhatian ibu

ibu aku merinduimu dalam tidur
juga ayah saat aku di tepi pantai 






Jaga Blengko, Desember 2014 
Sonny H. Sayangbati





_____________________






- Origin of Species buku karangan Charles Darwin (Bahwa manusia keturunan monyet)
- Yuri adalah monyet piaraan di rumah kami
- Slop adalah kata-kata untuk pukulan yang kami terima, ayah kami sering berkata begitu
- 'Aku seorang Kapitan' adalah sebuah lagu kanak-kanak

Sabtu, 06 Desember 2014

(Puisi) - Saat Mereka Menyatakan Kasih di kaki Langit







Lihat langit, laut
berciuman di ufuk, kasmaran





Jaga Blengko, 5 Des 2014 
Jack Phenomenon


# (Puisi Pola Tuang 2, 7 ala  @ Lifespirit)