Tampilkan postingan dengan label Cerita Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Hidup. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Oktober 2014

(Cerita Hidup) - Janda di Afghanistan Tak Miliki Masa Depan


Setelah kematian suaminya, mereka harus menghadapi kemiskinan dan pengucilan sosial. Banyak dari mereka menganggap hidup telah berakhir sebelum benar-benar dimulai. 






Ketika Gulghotay menerima kabar kematian suaminya, dunia bagaikan kiamat baginya. Mereka baru menikah tiga bulan dan sekarang sang suami tiba-tiba meninggal, tewas dalam satu serangan bom bunuh diri. Perempuan muda berusia 22 tahun ini tinggal di bagian timur Provinsi Maidan-Wardak. Gulghotay tengah sibuk dengan pekerjaan rumah tangga, saat di provinsi tetangga, Ghazni, sebuah bom meledak di luar kantor polisi, menewaskan dua orang. Tujuh orang dilarikan ke rumah sakit, termasuk suami Gulghotay. Ia meninggal tidak lama kemudian akibat luka-luka yang dideritanya.

Gulghotay tidak ingin hidup sebagai janda. Ia tidak melihat jalan keluar lain, selain berusaha mengakhiri hidupnya sendiri, dikatakan saudara laki-lakinya, Mohammad Azim. “Gulghotay berada di rumah dengan seorang perempuan lain dan memintanya untuk menjaga lampu, karena ia ingin mencari sesuatu di lemari. Ia menemukan botol asam, membukanya dan meminumnya. Untungnya, ada perempuan tersebut di sana, yang dengan cepat membawa Gulghotay ke rumah sakit.”

Gulghotay mengalami syok, dikatakan Azim. Ia menjalani kehidupan yang bahagia dengan mendiang suaminya, yang bekerja sebagai tukang bangunan. Sekarang Mohammad Azim merasa khawatir dengan masa depan adiknya.

Tingginya Jumlah Janda

Bukan hanya Gulghotay yang mengalami syok karena tiba-tiba menjadi janda. Dalam tiga dekade terakhir banyak perempuan yang kehilangan suami atau anggota keluarga lelaki mereka akibat perang. Menurut perkiraan organisasi kemanusiaan, di Afghanistan terdapat sekitar 2,5 juta janda, sekitar delapan persen dari jumlah penduduk Afghanistan. Sebagian besar dari mereka masih berusia relatif muda dan tidak bisa membaca ataupun menulis.

Di Afghanistan, kaum perempuan tergantung pada suami mereka di semua bidang kemasyarakatan. Bagi mereka, kehilangan suami merupakan bencana. Dan banyak dari mereka mengambil jalan seperti yang ditempuh Gulghotay, mencoba untuk mengakhiri hidup mereka.

Mohammad Hemat, dokter kepala di rumah sakit di Ghazni, mengatakan, setiap minggunya rumah sakit menerima 2-3 perempuan yang meminum cairan mematikan. Tidak semua dari mereka bisa diselamatkan. “Biasanya alasan psikologis dan masalah keluarga yang menyebabkan beberapa perempuan tidak mampu lagi menanggung tekanan.”

Tanpa Hak

Gulghotay masih beruntung, kesehatannya kembali pulih. Namun sebagai seorang janda di Afghanistan jalan yang sulit berada di hadapannya. Sangat tidak mungkin bahwa ia akan kembali menemukan seorang suami baru. Dalam tradisi di Afghanistan, seorang janda akan dinikahkan dengan iparnya.

Di negara, di mana masa depan seorang istri tergantung kepada suaminya, para janda diterlantarkan tanpa hak dan menghadapi banyak kesulitan.”Misalnya di sebuah rumah penampungan perempuan, seorang janda mendapat perlakuan semena-mena dan diperkosa oleh ayah dan iparnya,“ dilaporkan Wazhma Frogh, seorang aktivis yang memperjuangkan hak bagi perempuan. “Setelah kematian suami, seorang perempuan kehilangan identitas dan juga perlindungan sosialnya. Menghadapi situasi ini, banyak perempuan yang memilih untuk mati daripada terus hidup. Masyarakat hampir tidak menawarkan prospek kehidupan kepada seorang janda.“

Bertahan Hidup Melawan Kemiskinan

Shajan tidak tahu persis, bagaimana ia bisa meneruskan kehidupan. Ia tinggal di kota Jalalabad di timur Afghanistan. Karena anak-anaknya lah yang membuat dirinya berusaha untuk terus hidup, dikatakan Shajan. Seperti banyak janda lainnya, setiap hari ia harus berjuang keras melawan kemiskinan.

“Anak-anak saya masih kecil dan saya tidak punya suami, yang dapat mendukung dan membimbing saya. Jadi saya bekerja sebagai pembersih di sekolah,” dikatakan Shajan. Setiap bulan ia menerima upah sebesar 1.200 Afghani atau sekitar 200 ribu Rupiah. “Saya tidak punya pilihan lain kecuali pekerjaan ini. Tidak banyak pekerjaan bagi perempuan seperti saya. Saya berharap pemerintah akan membantu warga miskin, terutama para janda dan mereka yang membutuhkan perlindungan.”

“Pemerintah Tidak Berbuat Cukup”

Namun pemerintah Afghanistan tidak cukup memperhatikan para janda dan kondisi hukum dan sosial mereka yang memprihatinkan, demikian kritik Wazhma Frogh. “Misalnya, jika seorang polisi atau tentara tewas dalam perang, bukannya istri dan anak-anaknya yang mendapat uang bulanan, tapi ayahnya.”

Selain itu, seorang janda di Afghanistan dianggap sebagai pertanda buruk. Kehilangan suami dianggap kesialan. Karenanya, banyak warga Afghanistan menghindar dari para janda karena takut 'tertular sial.'

Banyak hal yang sulit yang masih harus dihadapi Gulghotaya. Ia akan bertahan hidup dan kembali pulih sehat. Namun seberapa besar pengorbanan yang akan harus ia bayar? Sekarang, keluarganya hanya berharap bahwa upaya bunuh diri yang telah ditempuh Gulghotaya merupakan yang terakhir.




_____________________

Sumber : http://www.dw.de/janda-di-afghanistan-tak-miliki-masa-depan/a-16564682

Jumat, 02 Mei 2014

(Cerita Hidup) - Bagaimana Kita Menemukan Kebahagiaan ?







27 April 2010 pukul 23:23

BAGAIMANA KITA MENEMUKAN KEBAHAGIAAN?



Konon pada suatu waktu, Tuhan memanggil tiga malaikatnya. Sambil memperlihatkan sesuatu Tuhan berkata, "Ini namanya Kebahagiaan. Ini sangat bernilai sekali. Ini dicari dan diperlukan oleh manusia.
Simpanlah di suatu tempat supaya manusia sendiri yang menemukannya. Jangan ditempat yang terlalu mudah sebab nanti kebahagiaan ini disia-siakan.

Tetapi jangan pula di tempat yang terlalu susah sehingga tidak bisa ditemukan oleh manusia. Dan yang penting, letakkan kebahagiaan itu di tempat yang bersih".

Setelah mendapat perintah tersebut, turunlah ketiga malaikat itu langsung ke bumi untuk meletakkan kebahagiaan tersebut. Tetapi dimana meletakkannya?

Malaikat pertama mengusulkan, "Letakkan dipuncak gunung yang tinggi". Tetapi para malaikat yang lain kurang setuju. Lalu malaikat kedua berkata, "Latakkan di dasar samudera". Usul itupun kurang disepakati. Akhirnya malaikat ketiga membisikkan usulnya. Ketiga malaikat langsung sepakat. Malam itu juga ketika semua orang sedang tidur, ketiga malaikat itu meletakkan kebahagiaan di tempat yang dibisikkan tadi.

Sejak hari itu kebahagiaan untuk manusia tersimpan rapi di tempat itu. Rupanya tempat itu cukup susah ditemukan. Dari hari ke hari, tahun ke tahun, kita terus mencari kebahagiaan. Kita semua ingin menemukan kebahagiaan. Kita ingin merasa bahagia. Tapi dimana mencarinya? Ada yang mencari kebahagiaan sambil berwisata ke gunung, ada yang mencari di pantai, Ada yang mencari ditempat yang sunyi, ada yang mencari ditempat yang ramai.

Kita mencari rasa bahagia di sana-sini: di pertokoan, di restoran, ditempat ibadah, di kolam renang, di lapangan olah raga, di bioskop, di layar televisi, di kantor, dan lainnya. Ada pula yang mencari kebahagiaan dengan kerja keras, sebaliknya ada pula yang bermalas-malasan. Ada yang ingin merasa bahagia dengan mencari pacar, ada yang mencari gelar, ada yang menciptakan lagu, ada yang mengarang buku, dll. Pokoknya semua orang ingin menemukan kebahagiaan.

Pernikahan misalnya, selalu dihubungkan dengan kebahagiaan. Orang seakan-akan beranggapan bahwa jika belum menikah berarti belu bahagia. Padahal semua orang juga tahu bahwa menikah tidaklah identik dengan bahagia.

Juga kekayaan sering dihubungkan dengan kebahagiaan. Alangkah bahagianya kalu aku punya ini atau itu, pikir kita. Tetapi kemudian ketika kita sudah memilikinya, kita tahu bahwa benda tersebut tidak memberi kebahagiaan. Kita ingin menemukan kebahagiaan. Kebahagiaan itu diletakkan oleh tiga malaikat secara rapi. Dimana mereka meletakkannya? Bukan dipuncak gunung seperti diusulkan oleh malaikat pertama. Bukan didasar samudera seperti usulan malaikat kedua. Melainkan di tempat yang dibisikkan oleh malaikat ketiga.

Dimanakah tempatnya???

Saya menuliskan sepenggal kisah perjalanan hidup saya untuk berbagi rasa dengan teman-teman semua, bahwa untuk mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan itu tidaklah mudah. Perlu perjuangan. Ibarat sebuah berlian, dimana untuk mendapatkan kilauan yang cemerlang, harus terus diasah dan ditempa sehingga kemilauan yang dihasilkan terpancar dari dalamnya.

Begitu juga hidup ini. Kita harus rendah hati. Seringkali kita merasa minder dengan keberadaan diri kita.
Sering kali kita berkata, ach... gue mah belum jadi orang. Tinggal aja masih ama ortu, ngontrak, TMI dll.
Kita harus ingat, bahwa yang menentukan masa depan kita adalah Tuhan. Dan kita harus menyadari bahwa jalan Tuhan bukan jalan kita.

Tuhan akan membuat semuanya INDAH pada waktunya.

menurut buku ada 7 faktor (mental, spiritual, pribadi, keluarga, karir, keuangan dan fisik) yang menentukan sukses seseorang, mengapa tidak kita coba untuk mencapainya semua itu? Setelah kita mencapainya, bagaimana kita membuat ke-7 faktor tersebut menjadi seimbang?

Yang penting disini adalah hikmat.

Barangsiapa yang bijaksana dapat mencapai kebahagiaan dan kesuksesan di dalam hidup ini. Oh ya...., dimanakah para malaikat menyimpan kebahagiaan itu?

DI HATI YANG BERSIH





_____________________


[Sumber : Milis RDI - 27/04/10 by clarissa pratiwi]

Jumat, 04 Oktober 2013

(Cerita Hidup) - Asal Mabok Dari India

Cerita Hidup






Tafsir Dongeng & Hikayat

oleh Riki Dhamparan Putra

 



Kadang-kadang sebuah negeri diselamatkan oleh seorang pemabok. Dan kadang-kadang seorang raja terpaksa memberikan grasi pada seorang terpidana narkotika meskipun grasi itu bertentangan dengan agenda nasional yang ia rancang sendiri. Diceritakan dalam dongeng orang Aceh Selatan, dahulu kala di India ada sebuah negeri yang rakyatnya sangat hobi mengisap ganja. Karena amat buruk pengaruhnya pada kehidupan negeri itu, sang raja lalu mengeluarkan aturan keras melarang tanaman ganja dan menghukum gantung siapapun yang masih melakukan perdagangan maupun mengisapnya.

Ada seorang penduduk yang tidak bisa melepaskan diri dari candu mengisap ganja. Rasanya lebih baik ia mati ketimbang harus berhenti mengisap daun soraga itu. Syahdan, dalam masa tenang dari bahaya ganja itu, negeri itu dilanda masalah. Seekor harimau yang kebal senjata menyerang dan telah banyak makan korban. Raja pun mengumpulkan rakyat untuk mencari cara membunuh harimau itu. Tampillah Si pengisap ganja tadi. Masih dalam keadaan setengah sadar, ia menyatakan sanggup membunuh harimau tersebut. Ia meminta kepada raja agar disediakan seekor kuda putih dan sekarung ganja sebagai alat untuk membunuh harimau.

Kali ini raja kebingungan, karena selain bertentangan dengan undang-undang kerajaan, tanaman ganja juga sudah dimusnahkan. Namun karena tak ada jalan lain, sang raja akhirnya memerintahkan penduduk untuk mencari tanaman ganja yang mungkin masih tersisa. Setelah terkumpul kira-kira sekarung ganja, diberikanlah pada si pengisap ganja tadi. Maka pergilah ia membawa sekarung ganja dan menunggang kuda putih kesayangan raja. Ia pergi tanpa tujuan. Bila mulai lelah, ia naik ke sebatang pohon dan membawa setengah karung ganja. Yang setengahnya lagi ia tinggalkan di bawah pohon bersama kuda putih yang ia tambatkan di batang pohon itu. Karena keasyikan mengisap ganja, si pemadat itu tak sadar kalau kuda putih itu memakan seluruh ganja yang tertinggal di bawah pohon itu. Kuda itu mabuk dan pada saat itu harimau pun datang menyerangnya. Kuda itu mati.

Karena memakan daging kuda yang sedang mabok oleh daun ganja, harimau itu pun pening. Sementara si pemadat tak sadar kalau binatang di bawah pohon bukan lagi kuda putih raja. Begitu naik di punggungnya, ia menarik telinga harimau itu dan menunggangnya ke istana. Setelah menambatkan harimau itu di kandang kuda raja ia pun pergi ke sebuah meunasah untuk tidur. Keesokan harinya, gemparlah istana karena dalam kandang kuda raja, harimau yang ditakuti penduduk telah mati. Bukan alang kepalang senangnya si pengisap ganja bila disadarinya bahwa binatang yang ia tunggangi kemaren ternyata harimau yang ia cari. Maka raja pun menghadiahkan padanya seorang perempuan cantik dan menuruti permintaan pengisap ganja itu mengembalikan budaya menanam ganja dalam negeri.

Demikianlah pesan dari Aceh Selatan tentang sebuah negeri yang diselamatkan oleh seorang pengisap ganja. Hikmahnya, sebuah negeri seperti itu biasanya mempunyai seorang raja lemah yang tertekan. Dan tak segan-segan memberikan pengampunan pada seorang terpidana narkotika meskipun untuk itu sang raja harus menarik air ludahnya sendiri. Alasannya sederhana, agar harimau tak lagi menyerang. Diceritakan, rakyat negeri itu kembali tenang. Namun tukang cerita tak menceritakan: betapa malang sebuah negeri yang rajanya menukar seekor Kuda Putih dengan grasi dan seorang pemabok ganja. Betapa sedih. Walaupun sejak itu konon, tanaman ganja tersebar ke seluruh dunia dari India. Syukurlah bila ini hanya dongeng.






_______________

Sumber :  http://www.kulturpedia.com/id/content/asal-mabok-dari-india

Sabtu, 07 September 2013

Cerita Hidup





Anak Modern



Sebagai anak muda yang lahir di sebuah ibu kota republik yang modern dan canggih aku hidup di era sebuah zaman yang modern, segalanya tersedia dengan cepat saji dengan menu yang beragam mulai dari yang halal sampai yang haram atau setengah halal dan haram semua ada tersedia dengan mudahnya, tinggal sebut dan nikmati dalam diam

Pendidikan yang modern menciptakan aku sebagai seorang muda yang pandai, lugas dan praktis dengan kemampuan yang kumiliki sesuai kebutuhan zaman ini. Aku lebih suka sebuah ilmu pengetahuan modern dan canggih serta praktis dan mudah mencari kerja, yaitu imu hitung menghiting, accounting.

Aku dengar dari ayah ilmu itu banyak dibutuhkan diberbagai macam perusahaan dan nilai gajinya jelas lebih tinggi dari bidang lain, dan ini kata ayah adalah 'sebuah ilmu mensejahterakan, mengatur dan mengelola dengan baik, asalkan kamu pandai ya nak'.

Aku camkan kata-kata ayahku dalam hati dan pikiranku secara mendalam, sebagai anak yang penurut aku patuh dengan perkataan ayah, sebab ayah sayang denganku, dia sering berkata-kata mengenai kehidupan dan pembelajaran.



(Bersambung)

Senin, 02 September 2013

Cerita Hidup



 

 

Sendiri Namun Berarti



“Terkadang kesedihan memerlukan kesendirian, meskipun seringkali kesendirian mengundang kesedihan tak tertahankan.”


Tere Liye, Kisah Sang Penandai





Adakalanya hidup itu sendiri, dilalui dengan kesendirian, ditemani oleh dirinya sendiri, bayang-bayang adalah teman yang akrab jika ia berjalan di tempat yang terang, seringkali juga menjumpai jalan yang gelap tanpa penerang sama sekali, maka hatinyalah yang menjadi penghiburnya.

Seorang lelaki berdiri di tepi pantai, sorot matanya menatap lurus ke depan, melihat hamparan air yang luas tak bertepi, air memecah kesunyian dirinya yang sepi, pecahan suara deburan ombak memecah batu karang yang berdiri kokoh.


Pandangannya terpusat ke batu karang yang agak menjorok ke tengah laut, buih-buih air laut yang berwarna putih terlihat kontras dengan air laut yang berwarna biru langit, tanda bahwa laut tersebut tidaklah terlalu dalam.


Berjam-jam pria paruh baya itu berdiri teguh bagai batu karang, angin yang berhembus kencang dari arah laut tak dihiraukannya, sehingga terlihat busana dan rambutnya diterpa angin, berguncang melambai. Apa yang terpikirkan oleh pria itu, hanyalah dirinya yang tahu, Ia seolah-olah menyimpan rapat rahasia hidupnya.

Raut mukanya terlihat biasa saja, tidak menunjukkan seseorang yang bersedih atau pun sedang gembira, nampak seperti seorang yang menikmati suasana pantai dengan acuh tak acuh.

Matahari sudah meninggi ke atas, perubahan bayang manusia sudah bergeser ke tepi kanan, menandakan hari sekitar jam 1 atau jam 2 siang, namun tetap saja pria itu berdiri tak bergeming, kini air laut sudah mencapai mata kakinya, dan ia sengaja membiarkan semua itu terjadi tanpa peduli, bahkan sudah terlihat binatang ubur-ubur yang apabila terkena kulit manusia akan terasa panas dan gatal.


Sejauh mataku memandang
hamparan air seperti permadani yang dingin
aku ingin berjalan di atasnya
menuju kerajaan lautan
aku ingin menghadap raja
mempersembahkan upeti
untuk yang kugagumi
laut yang tenang


Tidaklah heran manusia menatap laut yang sunyi, seperti halnya seorang pendaki gunung menuju puncaknya menatap sunyi disekelilingnya, hanya untuk mencari keheningan dan sendiri. Sepertinya jalan menuju keheningan itu banyak dicari oleh manusia.

Ketenangan yang damai dapat dilihat dari pesona alam yang hening dan hikmat serta teguh berdiri dengan kokohnya. Sama halnya di pusat keramaian orang-orang mencari ketenangan dan kedamaian dan menghindar dari hiruk pikuk yang monoton dan kaku. Seringkali kita melihat seseorang berdiri di pojok atau sudut suatu ruangan hanya untuk menyendiri dan sepi.

 
Cerita Hidup




Cinta Harus Dimiliki, Kejarlah Cinta, Kamu Akan Bahagia!



“Cinta adalah seberapa pandai kau menghapus airmata.”
 



Saya mengagumi kata-kata ini, sesuatu yang perlu dipikirkan lebih dalam lagi, kenapa cinta yang begitu agung sampai mengeluarkan air mata ? Begitu menderitanya cinta itu, sampai ia harus mengeluarkan air mata.

Air mata adalah suatu zat dalam tubuh manusia yang memiliki kegunaan yang besar sekali, sebagai salah satu cara dalam rasa ekspresi kesedihan, terharu, ataupun kegembiraan. Rasa ini juga bisa ditunjukkan dengan gelagat tubuh atau raut muka, namun memang zat cair akan otomotis keluar dan diproduksi tubuh, apabila kita sebagai manusia mengalami hal-hal tersebut.

Jika demikian cinta adalah gabungan antara : kesedihan, terharu dan bahagia ! Apakah bisa disimpulkan demikian ? Menurut hemat saya memanglah demikian.


 “Apakah cinta selalu menyediakan airmata?”
 


Ini juga merupakan pertanyaan yang menarik: 'Apakah Cinta Selalu Menyediakan Air Mata ? Ungkapan ini pasti kita sebagai manusia pernah mengalaminya, sebenarnya frasa kata di atas memaksudkan : Apakah Cinta Selalu Menyediakan Kesedihan ? Kata air mata di atas memaksudkan kesedihan.

Ada seseorang yang cepat bereaksi, tubuhnya merespon dengan cepat perasaannya yang terdalam, orang demikian cepat terharu, cepat sedih dan cepat juga merasa bahagia dan biasanya orang ini akan cepat menunjukkan air matanya, namun ada juga yang tidak mudah mempertontonkan perasaannya di muka umum, dia memendam rasa, dan tidak mudah terbaca sikapnya oleh umum.

Sejatinya cinta itu adalah sesuatu yang bahagia, bukan kesedihan, orang yang cinta selalu akan bahagia, dan semua orang mengejar kebahagiaan, dan kebahagiaan selalu ada cinta di situ. Ini adalah sebuah karunia dari Pencipta kita yang melekat kuat dalam diri manusia, karena kita diciptakan oleh Pencipta kita menurut citraNya.

Lalu mengapa dalam cinta ada kesedihan, sebenarnya istilah ini tidaklah tepat benar, sebab cinta adalah kebahagiaan, menurut hemat saya, apabila cinta itu dilanggar kesuciannya ataupun komitmen atau perjanjian dengan sadar dan penuh kasih dimasuki oleh ketidaksetiaan, maka sepanjang hidup manusia itu penuh dengan air mata, maka untuk mengobatinya atau satu-satu cara adalah menemukan cinta yang hilang atau dengan langkah pertobatan atau penyesalan dari si pelanggar komitmen.

Ada istilah : Cinta tidak harus memiliki, Anda pasti sering mendengar istilah ini, sebenarnya saya kurang setuju dengan pendapat ini, mengapa ? Jika Anda percaya bahwa cinta adalah kebahagiaan, maka Anda harus percaya cinta, jika kebahagiaan atau cinta tidak dimiliki, maka sepanjang hidup Anda akan menyesal, dan hidup dibawah bayang-bayang, hidup berpura-pura, jikapun Anda menikah dan mengaku mencintainya, itu hanyalah status sosial saja, siasat hidup saja, sebenarnya Anda kecewa, dan betapa siksanya hidup seperti itu.

Saran saya adalah carilah kebahagiaan dan cinta sejati Anda dan milikilah itu, caranya apabila susah sekali mendapatkannya, maka jalan doa kepada pemilik dan pencipta cinta adalah sebuah rekomendasi yang paling benar dan yang paling memungkinkan untuk kita tempuh.


“Aku tidak pernah keberatan menunggu siapa pun berapa lama pun selama aku mencintainya" (dalam cerpen Linguae, Linguae, Gramedia, 2007)”
 


Cinta harus memliki, ini adalah sebuah jalan emas, seperti halnya 'kemerdekaan' adalah 'jembatan emas', jika Anda memiliki pandangan demikian pasti seluruh kehidupan Anda akan penuh warna-warni dan indah.


 “mencintaimu adalah bahagia & sedih;
bahagia karna memilikimu dalam kalbu;
sedih karena kita sering berpisah”
 


Penyair WS Rendra dengan indah menggambarkan cinta adalah sebuah pertemuan dua insan yang berbagi kasih, keterpisahan membuat batin menjadi rindu dan sedih, makna sedih di sini digambarkan sebagai sedih yang penuh cinta, bukan sesuatu yang benar-benar dukacita atau sedih dalam pengertian sesungguhnya.

Semua sendi kehidupan manusia sebenarnya dilandaskan oleh cinta, kehidupan lain sebenarnya tidaklah penting jika kita semua sudah memiliki cinta seutuhnya, dan kehidupan akan jauh lebih sederhana dan tidaklah rumit seperti sekarang dan kompleks.

Manusialah yang membuat kehidupan menjadi rumit, karena tentunya dipengaruhi oleh suatu makhluk adidaya yaitu setan atau iblislah yang tidak senang apabila manusia memiliki cinta yang murni, menurut sebuah Referensi, dialah penghulu bumi ini.

Manusia dicobai oleh keinginannya sendiri, melalui hawa nafsu yang digambarkan seperti angkara murka, ambisi yang kelewat batas, keinginan untuk tidak setia, pengkhianatan, dan kelicikan hati manusia. Semuanya itu mengabaikan cinta.


Sudahkah kau temukan
ramuan rahasia itu
agar seluruh orang di dunia
bisa saling cinta?”
 
Abdurahman Faiz, Untuk Bunda dan Dunia  


Sebenarnya dalam hidup itu tidak ada yang lebih baik dari mencintai dan dicintai, inilah sebuah jalan yang harus ditempuh oleh manusia yang beradab dan bermartabat dalam dunia yang semakin tua dan renta ini.



PERCAKAPAN DUA RANTING

kalau pernah kamu bertemu dulu, apa yang
kau inginkan nanti? sepi. kalau nanti kau
dapatkan cinta, bagaimana kau tempatkan
waktu? sendiri. bila hari tak lagi berani
munculkan diri, dan kau tinggal untuk
menanti? cari. andai bumi sembunyi saat
kau berlari? mimpi. lalu malam menyer-
gapmu dalam pandang tiada tepi? hati.
baik...aku tak lagi memberimu mungkin?
kecuali. baik..baik, aku hanya akan menya-
pamu tanpa kecuali? mungkin. dan jika
tetap seperti itu, embun takkan jatuh dari
kalbumu? sampai. akankah kau patahkan
tubuhmu hingga musim tiada berganti?
mari. lalu kau tumbuhkan bunga tanpa
kelopak tanpa daun berhelai-helai? kemari.
juga kau benamkan yang lain dalam jurang
di matamu? aku. katakan bahwa kau mene-
rimamu seperti aku memberimu?...
kau? ya. kau?...aku.


Besancon, oktober sebelas 1997.






Jakarta, 2/9/2013 
© Originally written by Sonny H. Sayangbati