Rabu, 10 Desember 2014

(Puisi Tamu) - Rabindranath Tagore






Doa



Memberkati hati kecil ini, jiwa putih ini
telah memenangkan ciuman surga bagi bumi kita.
Dia mencintai cahaya matahari, dia mencintai
dan melihatnya wajah ibu.
Dia tidak belajar untuk membenci debu,
dan berminat setelah emas.
Genggam dia untuk jantungmu
dan memberkatinya.
Dia telah datang ke negeri ini
menempuh seratus jalan lintas.

Aku tidak tahu bagaimana dia memilihmu
dari orang-orang yang datang ke pintumu,
dan memegang tanganmu
demi meminta jalan.
Ia akan mengikutimu, tertawa dan berbicara,
dan tak ada keraguan dalam hatinya.
Jauhkan kepercayaannya, memimpin lurus
dan memberkatinya. Meletakkan tangannya
di kepalanya, dan berdoa
bahwa meskipun gelombang di bawah mengancam,
namun napas dari atas dapat datang
dan mengisi layar, dan menghembusnya
ke surga perdamaian. Lupakan dia jika kau tidak tergesa,
dan biarkan dia datang ke hati
dan memberkati.





Izinkan





Izinkan aku berdoa bukan agar terhindar
dari bahaya, melainkan agar aku
tiada takut menghadapinya.
Izinkan aku memohon bukan agar
penderitaanku hilang melainkan agar hatiku
teguh menghadapinya,
Izinkan aku tidak mencari sekutu
dalam medan perjuangan hidupku
melainkan memperoleh kekuatanku sendiri.
Izinkan aku tidak mengidamkan
dalam ketakutan dan kegelisahan
untuk diselamatkan, melainkan harapan
dan kesabaran untuk memenangkan
kebebasanku.  Berkati aku, sehingga aku
tidak menjadi pengecut
dengan merasakan kemurahan-Mu
dalam keberhasilanku semata,
melainkan biarkan aku menemukan
genggaman tangan-Mu dalam kegagalanku.



_____________________

Sumber :
http://donhasan.blogspot.com/2012/03/puisi-puisi-rabindranath-tagore.html

Senin, 08 Desember 2014

(Tokoh-Tokoh Dunia Sastra) - 10 Penulis Kontemporer Jepang yang Belum Kamu Tahu


Jika kamu ditanya, “Siapakah penulis kontemporer Jepang yang kamu tahu?” Dengan lantang kamu akan menjawab, “Haruki Murakami!” Jika ditanya lagi, “Siapa lagi?” Mungkin kamu akan berpikir sebentar dan menjawab, “Hmm … siapa lagi, ya? Nyerah, deh.” ^_^ Ya, setelah Norwegian Wood diterjemahkan ke berbagai bahasa, nama Haruki Murakami memang melambung tinggi seperti bintang-bintang di langit malam. Namun, tahukah kamu bahwa penulis kontemporer Jepang itu bukan cuma dia seorang? Nah, berikut adalah 10 penulis kontemporer Jepang yang belum kamu tahu!

Kenzaburo Oe


1


Kenzaburo Oe berasal dari hutan Shikoku, pulau yang tenang di selatan Jepang. Dia mulai serius menulis pada 1957, dan memenangkan Hadiah Nobel untuk Sastra hampir empat puluh tahun kemudian, tepatnya pada 1994. Changeling (2010) adalah novel terbarunya,  berkisah tentang hubungan antara dua orang teman setelah seseorang di antaranya melakukan bunuh diri.

Banana Yoshimoto


2


Banana Yoshimoto adalah putri dari Takaaki Yoshimoto, kritikus terhormat, intelektual, dan ayah dari gerakan Kiri Baru di Jepang. Pada 1988, ia menulis Kitchen, novelnya yang paling terkenal, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris pada 1993. Buku terbarunya, The Lake, juga berkisah tentang seorang wanita muda yang sedang berkabung dan bagaimana dia berubah karena cinta.

Haruki Murakami


3


Novel terbaru Haruki Murakami, 1Q84, adalah novel tebal 1.000-halaman yang membahas seputar pengkultusan agama, ikatan keluarga, dunia tulis-menulis, dan cinta. Di antara daftar di sini, mungkin Murakami adalah pengarang yang paling terkenal. Dia terkenal karena menulis Norwegian Wood. Sebelum itu, dia lebih dikenal sebagai penulis cult.

Ryu Murakami


4


Ryu Murakami adalah tokoh kontroversial dalam sastra Jepang. Ia menulis novel pertamanya, Almost Transparent Blue  (1976), ketika masih di perguruan tinggi, dan setelah itu Coin Locker Babies diterbitkan. Kedua novel itu fokus pada topik seks, narkoba, dan rock n ‘roll. Pada akhir 1990-an, sutradara Jepang, Takashi Miike, mengadaptasi buku Ryu Murakami, Audition, menjadi film terkenal dengan judul yang sama.

Natsuo Kirino


5


Natsuo Kirino memulai karirnya sebagai penulis fiksi romantis, tapi kemudian beralih ke genre detektif untuk menulis novel terkenalnya, Out (1997); sebuah novel tentang empat wanita di sebuah pabrik bento yang terlibat dalam kegiatan pembunuhan dan akhirnya harus membayar apa yang telah mereka lakukan dengan harga setimpal, dan itu adalah buku pertama Kirino yang diterbitkan dalam bahasa Inggris. Dalam sebuah wawancara, ia mengatakan bahwa orang-orang terancam oleh agresivitas novel pertamanya. “Bagian yang paling mengejutkan dari Out untuk banyak orang adalah bahwa novel itu ditulis oleh seorang wanita yang sudah menikah, memiliki keluarga dan anak.”

Shintaro Ishihara


6


Shintaro Ishihara adalah sosok yang sangat kontroversial. Dia adalah gubernur Tokyo dan seorang politisi sayap kanan yang selalu berunjuk rasa terhadap orang asing di Jepang, terutama terhadap “Sangokujins,” sebutan penghinaan untuk orang-orang dari Taiwan, Korea, dan keturunan Tionghoa. Ia juga mengatakan bahwa tsunami yang baru terjadi adalah “hukuman Tuhan.” Ishihara menulis beberapa novel keren pada masa mudanya. Novel pertamanya, Season of the Sun (1956), berkisah tentang pemberontakan “Suku Sun”, budaya Jepang pascaperang, dan menciptakan kehebohan setelah novel itu diterbitkan.

Mitsuyo Kakuta


7


Mitsuyo Kakuta lahir di Yokohama, dekat pelabuhan Tokyo, pada 1967. Dia telah menulis lebih dari lusinan novel, tapi Woman on the Other Shore (2007) adalah novel pertamanya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

Teru Miyamoto


8


Teru Miyamoto telah menulis banyak novel, tapi Kinshu: Autumn Brocade (1982) adalah novel pertamanya yang akan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Novelnya Maboroshi no Hikari dibuat menjadi film pada pertengahan 1990-an, dan menerima banyak penghargaan di festival film Venice dan Toronto.

Amy Yamada


9


Amy Yamada lahir pada akhir 1950-an di Tokyo, dan telah menerbitkan novel kontroversial yang merangkai isu-isu rumit tentang seksualitas, hubungan antar-ras, dan xenofobia di Jepang, dalam karyanya.

Kenzo Kitakata


10


Kenzo Kitakata adalah seorang penulis misteri yang memiliki pengikut serius di Jepang. Cerita tentang gangster dan buronan membuat namanya disandingkan dengan James M. Cain.


[NHD/Spoila/Flavorwire]




____________________

Sumber : http://spoilaaa.wordpress.com/2014/12/08/10-penulis-kontemporer-jepang-yang-belum-kamu-tahu/

(Serba-Serbi) - 4 Penjelajah Yang Hilang Misterius


Mungkin Christopher Columbus atau Vasco da Gama adalah satu diantara sekian banyak penjelajah atau petualang yang mampu mengukirkan namanya dalam buku sejarah dunia karena keberhasilannya dalam sebuah ekspedisi besar menjelajahi bumi. Namun, diantara sebuah pencapaian prestisius dari para petualang hebat dunia ternyata ada beberapa petualang lain yang tampaknya bernasib sebaliknya.

Dalam ekspedisinya, beberapa penjelajah dinyatakan telah hilang secara misterius, bahkan keberadaan mereka hingga kini masih belum diketahui. Banyak spekulasi-spekulasi yang berkembang penyebab hilangnya mereka diantaranya, mulai dari anggapan bahwa para petualang yang hilang tersebut telah tewas di mangsa hewan liar, atau mereka tewas karena tertangkap oleh suku pedalaman, mungkin juga mereka tersesat di luasnya belantara hutan, gurun dan lautan sehingga menyebabkan mereka tewas, atau mungkin mereka sebenarnya telah mencapai tujuan penjelajahan mereka namun mereka lebih memilih untuk merahasiakannya dan memulai kehidupan baru.

Berikut di bawah ini Avanoustic akan mencoba merangkum tentang kisah 4 Penjelajah Yang Hilang Misterius berdasarkan beberapa referensi dan hasil penelusuran. Semoga rangkuman ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan bagi kita semua. Selamat membaca...

1. Kolonel Percy Harrison Fawcett

MisteriKolonel Percy Harrison Fawcett (1867-1925) adalah seorang penjelajah, arkeolog dan tentara berkebangsaan Inggris, yang menghilang pada tahun 1925 dalam sebuah ekspedisi mencari sebuah jejak dari mitos kota yang hilang di Mato Grosso, Brasil.

Fawcett adalah salah satu tokoh penjelajah yang paling terkenal karena kejeniusannya dalam pembuatan peta pada serangkaian ekspedisi mengerikan di belantara hutan Brasil dan Bolivia. Selama perjalanan, ia merumuskan teori tentang kota yang hilang yang dinamakan sebagai kota "Z".

Pada tahun 1925, Fawcett bersama dengan putra sulungnya yang bernama Jack dan seorang penjelajah muda lainnya Raleigh Rimmell berangkat mencari sebuah kota dongeng yang hilang tersebut. Namun, setelah surat terakhir yang dikirimkan kepada rekannya yang ada di pusat penelitian (di mana Fawcett mengumumkan ia telah memasuki ke wilayah yang belum dipetakan tersebut), kelompok ekspedisi Fawcett menghilang tanpa jejak dan tidak ada lagi komunikasi yang didapatkan. Hingga kini, nasib mereka tetap masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.

Sementara kebijaksanaan konvensional hanya bisa berspekulasi jika para tim penjelajah Fawcett dibunuh oleh suku-suku yang sedang berkonflik di daerah tersebut, sedangkan teori lainnya beranggapan bahwa hilangnya Fawcett disebabkan oleh malaria, kelaparan atau serangan dari hewan buas. Pada tahun-tahun setelah Fawcett menghilang, ribuan calon petualang melakukan misi penyelamatan, dan sebanyak 100 orang akhirnya meninggal saat mencari beberapa tanda-tanda kehidupan Fawcett dan timnya dalam kegelapan luasnya hutan rimba Amazon.

2. George Bass

MisteriGeorge Bass (30 Januari 1771-5 Februari 1803) adalah seorang pelaut dan penjelajah Inggris yang namanya selalu dikenang karena penemuan selat antara Australia dan Tasmania. Namun ekspektasi yang paling tinggi justru didapatkannya karena kasus menghilangnya dia dalam perjalanan ke Amerika Selatan pada tahun 1803.

Bass memulai kariernya sebagai dokter bedah di kapal "Royal Navy" dan mendapatkan reputasi sebagai seorang penjelajah yang paling berani setelah ia melakukan pengamatan dan penjelajahan di pantai timur Australia dengan hanya menggunakan kapal sederhana yang disebut "Tom Thumb".

Berawal dari sebuah impian untuk menjadi seorang pedagang kaya raya, Bass kembali ke Australia pada awal tahun 1800-an dengan sebuah kapal dagang bernama "Venus". Namun, ternyata impiannya tidaklah sesuai dengan harapannya karena Bass ternyata mengalami kegagalan dalam dunia perdagangan di Benua Australia tersebut.

Dari kegagalan itulah Bass akhirnya menggagas suatu rencana berani untuk melakukan penjelajahan ke Amerika Selatan demi mewujudkan impiannya. Bass bersama timnya memulai petualangan pelayarannya ke Amerika Selatan pada bulan Februari 1803. Akan tetapi, mereka menghilang secara misterius di Samudra Pasifik, tidak ada lagi komunikasi setelah itu.

Beberapa teori menyebutkan jika kapal dagang "Venus" yang dibawanya kemungkinan besar tenggelam di lautan. Sedangkan Teori lainnya berpendapat bahwa Bass dan anak buahnya berhasil sampai ke pantai Chile, akan tetapi mereka ditangkap karena dianggap sebagai penyelundup dan dipaksa untuk menghabiskan sisa hidupnya bekerja sebagai tawanan di sebuah tambang perak Spanyol.

3. Gaspar dan Miguel Corte-Real

MisteriSalah satu kisah dari petualangan yang paling terkenal lainnya adalah kisah dari Corte-Real bersaudara asal portugal yaitu Gaspar (1450-1501) dan Miguel Corte-Real (1448-1502). Mereka dinyatakan menghilang selama perjalanan terpisah di jalur garis pantai Kanada. Pada tahun 1501, Gaspar memimpin tiga armada kapal pada sebuah ekspedisi ke pantai Newfoundland.

Diceritakan bahwa Gaspar mengklaim telah menangkap 60 penduduk asli yang akan dijadikan sebagai budak. Kemudian ia menugaskan kepada saudaranya Miguel untuk mengangkut dan membawa budak-budak tersebut kembali ke Portugal. Gaspar diperkirakan mengikuti segera sesudahnya, akan tetapi Gaspar dan kapalnya tidak pernah terlihat lagi dan tidak pernah sampai kembali ke Portugal.

Pada tahun 1502, Miguel Corte-Real kembali ke ekspedisi sebelumnya melakukan penjelajahan ke Kanada untuk mencari dan menyelamatkan adik tercintanya. Setelah tiba di Newfoundland, tiga kapalnya berpisah dan memulai pencarian di garis pantai. Setelah beberapa lama, dua kapal lainnya kemudian kembali ke titik pertemuan mereka, namun kapal Miguel tidak kembali ke titik pertemuan yang telah ditetapkan dan secara misterius menghilang tanpa memberikan jejak sedikitpun. Nasib Corte-Real bersaudara tetap menjadi misteri sampai saat ini.

Namun, ada beberapa bukti yang mengindikasikan jika Miguel mungkin belum tewas setelah ekspedisi terakhir untuk misi penyelamatan sang adiknya Gaspar. Pada tahun 1918, seorang profesor dari Brown University menemukan sebuah prasasti pada sebuah batu di Dighton, Massachusetts.

Dalam Prasasti tersebut tertulis sebuah tahun 1511 dengan sebuah pesan yang berbunyi, " Miguel Corte-Real, berdasarkan kehendak Allah, di sini sebagai pemimpin Indian". Jika bukti tersebut benar dan asli, tanda-tanda ini akan menunjukkan bahwa Miguel berhasil bertahan hidup di dunianya yang baru untuk setidaknya sembilan tahun ke depan di masa itu. Bahkan ada yang mengatakan jika mereka mengisyaratkan akhirnya bergabung dan mungkin bahkan menjadi pemimpin bagi suku pribumi.

4. Peng Jiamu

MisteriKisah penjelajah yang hilang misterius terakhir yang paling terkenal saat ini adalah Peng Jiamu. Peng Jiamu (1925–1980) adalah seorang ahli biologi Cina yang menghilang selama ekspedisi gurun pada tahun 1980. Peng memulai karier petualangannya di akhir tahun 1950-an dengan beberapa ekspedisi besar yang telah dia lakukan.

Dan ekspedisi terakhir yang dia lakukan adalah dimana saat dia berpartisipasi dalam ekspedisi besar ilmiah di gurun Lop Nur, Cina. Perlu diketahui pula bahwa sampai saat ini Gurun lop Nur sering digambarkan sebagai salah satu tempat yang paling kering di dunia.

Pada tahun 1980, Peng memimpin tim ahli biologi, ahli geologi dan arkeolog untuk melakukan penelitian baru di gurun Lop Nur. Namun, setelah beberapa hari perjalanan dan tiba di daerah gurun Lop Nur, ia tiba-tiba menghilang dari kamp setelah sebelumnya meninggalkan sebuah catatan yang mengatakan jika ia akan keluar untuk mencari air.

Setelah kejadian tersebut, Pemerintah Cina dengan cepat memberi perintah dan mengerahkan banyak relawan untuk melakukan pencarian secara besar-besaran di area padang gurun tersebut. Akan tetapi, tidak ada tanda-tanda keberadaan Peng di sana. Menurut orang-orang yang akrab dengan bahaya di gurun Lop Nur mengatakan jika sang ahli biologi tersebut kemungkinan besar terkubur hidup-hidup oleh sebuah badai pasir, atau dihancurkan oleh longsoran tanah gembur yang ada di gurun tersebut.

Meskipun pada akhirnya telah ditemukan sebanyak enam kerangka tubuh di kawasan Lop Nur sejak kepergiannya, namun semua kerangka-kerangka tersebut tidak membuktikan jika salah satunya adalah kerangka tubuh dari Peng Jiamu. Sampai saat ini, misteri hilangnya salah satu ahli biologi terbaik Cina Peng Jiawu masih menjadi teka-teki yang belum terpecahkan.

Itu tadi kisah tentang 4 Penjelajah Yang Hilang Misterius versi Avanoustic. Tentu saja setiap ekspedisi yang akan dilakukan harus mempersiapkan segalanya dengan sangat matang. Namun begitu, kita tetap saja tidak akan bisa mengalahkan kekuatan alam, setiap ekspedisi tentu memiliki sebuah resiko dan konsekuensi. Yang jelas, kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi ataupun bahaya apa yang sedang menanti di depannya. Terima kasih...




_____________________

Sumber : http://avanoustic.blogspot.com/2014/01/4-penjelajah-yang-hilang-misterius.html

(Serba-Serbi) - Pedang Langka Ini Milik Ivan The Terrible, Benarkah?


Misteri



Picture: The Siberian Times




Sebuah pedang kuno dari abad pertengahan yang ditemukan oleh para arkeolog di wilayah Novosibirsk, Siberia, diperkirakan milik dari Tsar Rusia yang terkenal.


Menurut the Siberian Times, pedang langka ini ditemukan terkubur jauh di bawah sebuah pohon pada tahun 1975 di daerah Siberia. Para arkeolog berpendapat jika pedang ini adalah satu-satunya dari jenisnya yang pernah ditemukan di Siberia.

Selain itu, pedang ini diyakini telah dibuat di Jerman sebelum akhirnya dibawa ke Swedia dan secara misterius ditemukan di Siberia. Yang lebih uniknya lagi, pedang dengan gagang perak ini  terdapat sebuah prasasti rahasia.

Prasasti rahasia yang terukir pada pedang langka ini betuliskan: N[omine] M[atris] N[ostri] S[alva]t[ORis] Et[eRni] D[omini]  [alvatoRis] E[teRni], yang diyakini memiliki arti "Atas nama ibu penyelamat kekal, Tuhan yang kekal dan Juru selamat kita. Kristus Yesus Kristus".


Setelah penelitian yang panjang pada senjata kuno ini, Vyacheslav Molodin, kepala penelitian dari tim arkeolog, menyusun laporan temuan dan menyimpulkan bahwa benda bersejarah ini berasal dari Eropa. Menurut Molodin, pedang seperti ini bukanlah ciri khas dari pedang Rusia atau Asia, dan itu lebih mirip dengan yang banyak digunakan oleh ksatria Eropa.

Sekarang teori baru telah muncul, yang menunjukkan bahwa pedang misterius ini mungkin telah jatuh selama pertempuran antara Cossack dan pasukan Tatar di abad ke-16.

"Bayangkan pertempuran terakhir dari detasemen Cossack yang dipimpin oleh Ivan Koltso", kata arkeolog Vyacheslav Molodin.

"Mereka adalah kekuatan yang tidak seimbang dan Cossack mencoba untuk menerobos. Ivan tidak menyerang satu lawan satu. Di tangannya ada pedang raksasa berkilauan, hadiah dari Tsar Rusia".

Kisah pedang langka ini masih menjadi misteri dan para arkeolog belum dapat menentukan secara pasti siapa pemilik sebenarnya atau bagaimana pedang langka itu berakhir di Siberia.





____________________

Sumber : http://avanoustic.blogspot.com/2014/12/pedang-langka-ini-milik-ivan-terrible-benarkah.html

Minggu, 07 Desember 2014

(Puisi Tamu) - Menadah Luka dan Bahagia



Koleksi foto Sasa Syakira










Ada rintik gerimis 
yang kau sembunyikan 
di balik katakata manismu. 

Entah bagaimana caranya 
kau bisa begitu lihai 
menadah luka dan bahagia 
pada satu cawan secara bersamaan..




Yogyakarta, 5 Desember 2014
Sasa Syakira




_____________________

Sasa Syakira, penyair wanita tinggal di Yogyakarta