Sabtu, 06 Desember 2014

(Puisi) - Saat Mereka Menyatakan Kasih di kaki Langit







Lihat langit, laut
berciuman di ufuk, kasmaran





Jaga Blengko, 5 Des 2014 
Jack Phenomenon


# (Puisi Pola Tuang 2, 7 ala  @ Lifespirit)

Kamis, 04 Desember 2014

(Jual Buku/Info Buku) - OEROEG (Sebuah Novel Roman Hindia Belanda)









                                            Sumber Gambar : Penerbit Buku Pedasan/CGR






KABAR BUKU: 


Bisa dipesan di sini ! HARGA Rp 150.000 (Di luar Ongkos Kirim)
OEROEG karya Hella S. Haasse (Penerbit Padasan, 10 Nov 2014; 322 hlm; 14x21cm; bookpaper; hardcover, bilingual, ISBN: : 978-602-17963-6-8).

"The Netherlands Greatest Author of Historical Novels." ~NRC Handelsblad


Menerbitkan kembali OEROEG karya pengarang Belanda kelahiran Batavia, Hella S. Haasse, yang di negerinya mendapat julukan "grande dame van de literatuur" merupakan bentuk penghargaan terhadap karya sastra klasik berlatar Sukabumi pada masa Hindia-Belanda, dan untuk mengenalkannya kepada khalayak yang belum pernah membaca sejak diterbitkan dalam bahasa Belanda pada 1948 maupun terjemahannya dalam banyak bahasa di dunia. Penerbitannya tahun ini dimungkinkan atas dukungan Pemerintah Kerajaan Belanda. Direncanakan peluncurannya digelar di Erasmus Huis Jakarta, 6 Februari 2015, empat hari setelah peringatan hari kelahiran Hella S. Haasse. OEROEG merupakan karya kedua dari Penerbit Padasan dalam rangka memunculkan kembali karya-karya sastra Indisch, setelah MAX HAVELAAR karya Multatuli pada 10 November 2013.
Endorsement:

Oeroeg merupakan reaksi Hella S. Haasse atas aksi Polisionil (Agresi Militer) Belanda di Indonesia pada 1947. Sebagai orang Belanda yang lahir, tinggal, dan merasakan kehidupan di Hindia-Belanda, ia membingkai kenangan dan pengalaman tempo doeloe dalam kisah persahabatan antar bangsa pada dua masa berbeda. Novel yang pertama kali terbit pada 1948 ini bukan novel biasa.

~Achmad Sunjayadi, Koordinator Program Studi Belanda, FIB-UI


Oeroeg karya sastra Indisch klasik dunia ternama setelah Max Havelaar. Keduanya—dengan sangat baik diterbitkan oleh Penerbit Padasan—mengajak masyarakat Indonesia melihat nilai-nilai kemanusiaan dan nurani yang sama serta penggambaran Ibu Pertiwi yang kuat melalui kacamata bangsa seberang samudra yang pernah memberi nama Nederlands-Indië untuk negeri ini. Oeroeg kini memiliki kelebihan karena disertai anotasi memadai, menggunakan kata-kata dan ejaan yang sesuai jamannya, dan menjadi lebih menarik karena ditampilkan pula karya aslinya yang ditulis dalam bahasa Belanda.


~Ahmadun Yosi Herfanda, Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta 2010-2013


Kita hidup dalam kelampauan, kekinian, dan keakanan. Kita perlu menghadirkan kelampauan dalam merayakan kekinian kita, demi keakanan kita yang lebih baik dan lebih luas. Dalam konteks itu, menerbitkan kembali karya sastra Indisch merupakan langkah penting. Setelah Max Havelaar karya Multatuli (1860; 2013), kini Penerbit Padasan menerbitkan Oeroeg karya Hella S. Haasse (1948; 2014). Keduanya novel klasik yang telah diterjemahkan dalam puluhan bahasa dan menjadi bacaan wajib siswa dan mahasiswa. Kita menunggu Penerbit Padasan merilis karya sastra Indisch lainnya dari Maria Dermôut, Helga Ruebsamen, Aya Zikken, Beb Vuyk, M.H. Székely-Lulofs, F. Springer, P.A. Daum, P.C. Hooft, E. du Perron, dan Louis Couperus.


~Jamal D. Rahman, Pemimpin Redaksi Majalah Sastra Horison

Oeroeg adalah cerita orang Belanda kecil (lambang Belanda naif) sebagai Sang Liyan yang tak pernah menyadari bahwa dia memang tidak pantas menjadi “mandor” di Indonesia. Ditulis pada waktu Revolusi sedang berkecamuk di Indonesia, “Belanda” yang dewasa mempertanyakan apakah yang terjadi dan pernahkah tempo doeloe akan kembali lagi? Saat itu mulai timbul kesadaran bahwa itu tak mungkin lagi.


~Prof. Jan van der Putten, Guru Besar Universität Hamburg, Jerman


Ketika membaca Oeroeg bertahun lalu, buku ini menceritakan persahabatan yang lama-lama pudar. Baru-baru ini membacanya kembali, saya merasakan kehadiran sejarah dalam cerita itu. Mengancam, tidak bisa dihindari, tragis. Tidak berdasarkan fakta dan rangkaian tahun, tetapi hal-hal yang dialami dan perasaan dua orang dari kebudayaan berbeda, Belanda dan Indonesia. Penulis-penulis besar bisa melakukannya, menghubungkan hal-hal pribadi dengan hal-hal yang berhubungan dengan masyarakat, sejarah kecil dengan sejarah besar. Hella S. Haasse salah seorang yang seperti itu. Itu membuat Oeroeg cocok untuk Nederland Leest. Saya menantikan pembicaraan dan diskusi yang akan dihasilkan!



~Philip Freriks, Duta Nederland Leest, Amsterdam


Oeroeg sangat layak menjadi bacaan siswa sekolah-sekolah di Indonesia, tak hanya mahasiswa jurusan Sastra Belanda. Melalui isinya, mereka (dan para guru) ditantang untuk memahami sejarah Indonesia. Di sisi yang lain, meski tidak dirunut secara jelas tahun-tahun kejadiannya, namun pembaca yang sudah faham sejarah Pergerakan menjelang kemerdekaan Indonesia dan sejarah Agresi Militer I dan II Belanda di Indonesia, bisa membayangkan waktu kejadian-kejadian dalam Oeroeg.


~Yanti Mirdayanti, Pengajar Sastra & Budaya Universität Hamburg, Jerman




______________________

Sumber : OEROEG Fan Pages CGR

Untuk pemesanan buku harap menghubungi : 08161458020 atau email : sonny14sayangbati@gmail.om

(Kisah Perang) - KRI Teluk Bone, Kapal Perang Dunia II yang Tetap Eksis Hingga Kini






JAKARTA, Jaringnews.com - Perang Dunia (PD) II memang sudah berakhir dan tinggal sejarah. Namun sisa peninggalannya berupa alat-alat perang tersebut masih dapat dilihat hingga saat ini. Salah satu peninggalan sejarah dunia tersebut adalah KRI Teluk Bone-511, salah satu kapal perang TNI AL jenis Landing Ship Tank (LST) di bawah pembinaan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil).

KRI Teluk Bone-511 adalah eks kapal perang Amerika Serikat USS Iredell County (LST-839). Dibuat di galangan kapal American Bridge Company, Ambridge, Pennsylvania, Amerika Serikat pada tanggal 25 September 1944.

Selama memperkuat armada Amerika Serikat, kapal perang ini telah ditugaskan di beberapa mandala, yaitu Perang Dunia II pada tahun 1945-1946, dan perang Vietnam tahun 1966-1970, dan memperoleh beberapa penghargaan, diantaranya satu Battle Star selama PD II dan sembilan Campaign Star atas perannya pada perang Vietnam.

Pada bulan Juli 1970 Iredell County diserahkan kepada pemerintah Republik Indonesia, dan kemudian pada tanggal 12 Desember 1970 memperkuat jajaran armada TNI AL dengan nama KRI Teluk Bone-511, dengan komandan pertama Mayor Laut (P) M.H. Poerbosisworo. Pada tanggal 1 Januari 1990 KRI Teluk Bone-511 dialihbinakan ke Kolinlamil. Nama Teluk Bone diambil dari nama sebuah teluk yang berada di sebelah selatan Pulau Sulawesi.

Keberadaan KRI Teluk Bone yang masih eksis dan tetap dapat beroperasi hingga saat ini tidak terlepas dari upaya-upaya TNI AL dalam rangka mempertahankan kesiapan teknis KRI melalui program Perpanjangan Usia Pakai (PUP).

Selama lebih dari 40 tahun setelah memperkuat jajaran kapal perang TNI AL, kapal perang yang memiliki spesifikasi berat 2.160 ton dan mampu mengangkut 17 tank dengan beberapa jenis kendaraan ini, banyak dilibatkan dalam operasi militer, baik Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Operasi-operasi tersebut antara lain Operasi Dwikora, Operasi Seroja Timor-Timur, Operasi Bhakti Surya Bhaskara Jaya, TNI/ABRI Masuk Desa, pergeseran pasukan dalam rangka pengamanan daerah rawan (Pamrahwan), pengamanan daerah perbatasan (Pamtas), pengamanan pulau-pulau terluar (Pamputer), maupun operasi penanggulangan bencana alam di Padang, Nias, serta tsunami di Aceh.Selain tugas-tugas tersebut kapal perang yang ber home-base di Surabaya ini juga berperan dalam menanamkan jiwa bahari bagi generasi muda. Hal ini terlihat banyaknya masyarakat umum maupun dari kalangan dunia kependidikan untuk melihat dari dekat, baik untuk program field trip maupun sebagai wisata yang bernuansa sejarah yang mengandung nilai edukasi yang bermanfaat guna menambah wawasan tentang dunia kemartiman.Hingga kini, KRI Teluk Bone-511 selalu siap dalam melaksanakan tugas pokok Komando Lintas Laut Militer, baik dalam mendukung angkutan laut militer pergeseran material, logistik, maupun pergeseran pasukan dalam rangka pengamanan daerah rawan (Pamrahwan), Pengamanan daerah perbatasan (Pamtas), pengamanan pulau-pulau terluar (Pamputer), bhakti kemanusiaan bencana alam, maupun angkutan laut dalam rangka pemerataan pembangunan nasional.




____________________

Sumber : Indonesian History











(Puisi Menarik) - Serenada (Pablo Neruda)


Sumber Foto : Album Sasa Syakira




Serenada



Dengan tanganku kukumpulkan kekosongan ini,
malam yang menyesatkan, keluarga-keluarga yang bercahaya,
sebuah kidung yang tetap lebih tenang ketimbang kebisuan,
suara bulan, sesuatu rahasia, suatu segitiga,
suatu ukuran keberuntungan.
Inilah malamnya laut, kesunyian ketiga,
sebuah getaran yang membukakan pintu-pintu, sayap-sayap,
penduduk yang tak teraba dan tak sepenuhnya ada
bergetar dan membasuh seluruh nama muara.

Malam, nama dari lautan, tanah air, asal, mawar!




Pablo Neruda




_____________________

Sumber : http://oasemusafir.wordpress.com/puisi-puisi-indah-pablo-neruda/

Selasa, 02 Desember 2014

(Artikel Sastra) - Membaca Buku yang Baik






Bacalah buku-buku yang terbaik terlebih dahulu, kalau tidak maka anda tidak akan punya waku untuk membacanya.-- Thoreau





Membaca buku yang anda sukai amatlah menyenangkan, seperti halnya kita pergi tamasya ke tempat-tempat yang kita sukai dengan pemandangan yang masih asri dan menyegarkan, misalnya pergi ke daerah pegunungan yang memiliki udara segar dan melihat-lihat pohon-pohon yang serba hijau dengan aliran sungai yang jernih, atau bagi yang suka dengan pemandangan pantai atau pulau terpencil di tengah laut, juga bisa menimbulkan efek menyenangkan dan menenangkan pikiran dengan suasana udara laut yang menyegarkan serta pemandangan indah atau mendengarkan alunan ombak yang menghantam pantai.

Mengapa membaca buku yang kita sukai bisa disamakan dengan orang yang pergi bersantai ke suatu tempat yang menyenangkan ? Tentu saja ini amat mengherankan beberapa orang. Akan tetapi di sini kita sedang mencari perasaan rileks, yaitu sumber pikiran kita yang perlu disegarkan, yaitu otak kita.

Tentu saja membaca buku seperti halnya rekreasi yang menyenangkan, bukanlah sesuatu pekerjaaan yang sia-sia, atau asal menyenangkan saja, tentu saja tidak, menyenangkan adalah unsur utama yang membangkitkan minat atau bergairah, ini juga penting sekali. Ketertarikan akan sesuatu hal sebagai permulaan dari rekreasi sehat baca buku.


Mendengar (membaca) adalah perkara mudah. Mengerti yang didengar, setingkat lebih sulit. Menyetujui atau menolak yang didengar, lebih lagi memerlukan kebijakan pikir yang tidak sederhana. ~ Dhenok Kristianti/penyair (sumber status FB)


Menurut penyair Dhenok Kristianti dalam tulisan singkatnya seperti dikutip di atas, membaca buku memerlukan upaya yang melibatkan pikiran dan hati yang paling dalam, bisa jadi Anda sedang berkonflik di dalamnya. Dalam taraf tertentu seringkali perasaan berkonflik dalam diri pembaca buku, ini juga hal yang paling dicari oleh pembaca, merupakan bagian dari perasaan yang menggairahkan atau menyenangkan. Seperti Anda dibuat penasaran, ingin segera menamatkan buku tersebut.

Tentu saja zaman modern saat ini banyak tersedia berbagai macam buku-buku dengan pilihan topik dari berbagai macam ilmu pengetahuan dari berbagai macam disiplin ilmu. Arus informasi bukan saja datang dari buku cetak, media cetak atau media elektronik, tapi juga dari sumber-sumber media sosial (jejaring sosial), e-book dan internet melalui laptop, tablet dan telepon genggam.

Yang lebih seru lagi informasi bacaan mudah di dapat dan tak terbatas segala macam usia boleh membacanya, mulai dari kisah horor, romantisme, silat, gosip, ilmu sihir dan sampai-sampai hal-hal pribadi sudah pindah ke halaman buku. Kebebasan membaca membuat buku apa saja bisa diperoleh dengan cepat dan tak terbatas dan sulit dikontrol oleh pihak-pihak yang memang memiliki otoritas untuk itu.


BANYAK orang membaca sekadar untuk kesenangan. Jika bahannya bermanfaat, membaca dapat menjadi sumber rekreasi yang sehat. ~ Watchtower Library


”Ada buku yang untuk dicicipi, ada yang untuk ditelan, dan ada sedikit yang untuk dikunyah dan dicerna.” ~ Francis Bacon (Watchtower Library)



Memilih buku bacaan yang benar-benar bermanfaat bagi kehidupan Anda memang diperlukan suatu upaya terus menerus, dan bahkan upaya ini amat penting bagi kehidupan Anda sendiri. Bukankah bacaan sepanjang hidup Anda turut menentukan 'hidup dan mati saudara sendiri'. Dan hendaknya jika Anda adalah orang tua yang memiliki anak-anak, adalah bijaksana orang tua memberitahukan dengan kasih sayang apa itu buku bacaan yang layak dibaca dan sebagai sumber kehidupan dirinya kelak, dan ini pun juga diwariskan dari generasi ke generasi sehingga memiliki suatu generasi yang bermartabat.


Buku Tentang Sastra


Baru-baru ini Menbuddikdasmen Anies Baswedan mengatakan kepada pers: "agar Sastra menjadi hal yang diperhitungkan dalam proses Pendidikan di Indonesia", simaklah berita dari Kompasiana ini :


"Saat ini pendidikan Sastra seolah disepelekan sehingga tidak banyak SMA yang mempunyai jurusan Sastra. Perhatian Pemerintah terdadap sastra yang dirasa sangat kurang dibanding bidang lain selama ini, menjadikan Sastra sebagai sesuatu yang tersisih dan tersingkirkan dari perhatian masyrakat. Bukan itu saja, para lulusan SMA pun jarang yang memilih jurusan Sastra, kalaulah mereka akhirnya masuk di Fakultas Sastra  itu karena alternatif terakhir  dan bukan menjadi suatu kebanggaan.  Mencintai Sastra dan juga mencintai bidang kepenulisan sebenarnya bisa mengisi kekosongan jiwa, dan untuk mengapresiasikan apa yang menjadi pemikirannya.  Rasanya perlu juga untuk anak-anak sekolah mulai belajar mencintai bidang kepenulisan dan Kesusasteraan. Untuk  nantinya bisa menulis di bidang apapun bukan hanya menulis di bidang Sastra. Pada dasarnya kita harus bisa menguasai Bahasa dan Sastra itu sendiri, baru di kembangkan di bidang lain. Yang penting untuk mempertajam intuisi dan pemikiran mereka agar bisa dituangkan dalam bentuk tulisan yang bisa dipahami dan ditangkap orang lain."


Salah satu yang terbaik, pilihan yang bijaksana adalah membaca buku-buku tentang sastra, bahkan mulai sejak dini anak diajarkan untuk mencintai hal ini, misalnya waktu kecil sebelum tidur malam, orang tua kita membacakan suatu cerita penghantar tidur, entah itu buku tentang dongeng atau buku-buku yang dirancang untuk pendidikan anak-anak kecil. Sebenarnya kebiasaan ini sangat baik, karena mulai memperkenalkan anak mulai belajar membaca dan menyimak isi cerita dari buku sastra sedini mungkin.

Bacaan tentang sastra bisa sebagai buku selingan disamping buku utama dalam belajar, misalnya saja Anda seorang ahli matematika, atau berprofesi sebagai seorang dokter profesional atau bisa jadi Anda bekerja sebagai wiraswasta, bacaan sastra bisa mengisi sisi-sisi dalam kehidupan Anda. Pada prinsipnya bacaan sastra ini menghibur, mendidik, dan menyajikan sisi kehidupan manusia yang paling beradab.



"Berjalan melewati rak-rak buku adalah berjalan di antara bintang-bintang"


My Milky Way



Jika kita melihat tulisan-tulisan kudus yang diperkenalkan pada masa penulisan buku taurat sekitar 1513 SM (Sebelum Masehi) di situ banyak ditulis bergaya prosa dan puisi kuno bangsa Ibrani yang mengandung hal-hal bersifat rohani atau spiritual. Jadi sastra merupakan karya yang cukup lama diperkenalkan sebagai salah satu cara terbaik dalam menyampaikan suatu maksud atau pesan bermoral yang disampaikan kepada seluruh umat manusia. 





Jaga Blengko, Nopember 2014 
Sonny H. Sayangbati